HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Unjuk Rasa Tewaskan Puluhan Orang di Ethiopia

3

HARIANACEH.co.id – Pemerintah Ethiopia menyatakan 52 orang tewas dan banyak lainnya terluka di Oromia, Ethiopia dalam protes di sebuah festival keagamaan.

Beberapa di antara mereka tewas dalam aksi dorong mendorong setelah polisi menggunakan gas air mata, peluru karet dan pentungan, ungkap sejumlah saksi.

Perdana Menteri Hailemariam Desalegn berkata para pendemo melancarkan ‘kekerasan yang sudah direncanakan sebelumnya’ yang menyebabkan orang-orang jatuh ke jurang dan tewas.

Dia menyangkal laporan yang menyatakan bahwa satuan keamanan adalah pihak yang memulai tembakan.

Dalam pernyataannya di TV pemerintah, ia memuji ‘usaha keras’ mereka untuk melindungi masyarakat umum dan menyalahkan ‘kekuatan jahat’ atas kematian orang-orang dan bersumpah untuk mengadili para pelaku.

Saat itu ribuan orang berkumpul untuk festival keagamaan di Bishoftu, 40km dari ibukota Addis Ababa.

Beberapa laporan mengatakan polisi bertindak setelah pendemo anti pemerintah melemparkan batu dan botol-botol, namun yang lain berkata bahwa demo berjalan damai.

Seorang aktivis Oromo, Jawar Mohamed, mengatakan hampir 300 orang tewas dan banyak lainnya yang terluka. Dia berkata pasukan dan sebuah helikopter tempur memulai tembakan yang mendorong orang-orang ke arah jurang dan jatuh ke danau.

Dalam beberapa bulan terakhir, terjadi sejumlah bentrokan maut di Ethiopia.

AS telah menyatakan kekuatiran mereka akan penggunaan kekuatan berlebihan sebelum kerusuhan Minggu (2/10). (REUTERS)
AS telah menyatakan kekuatiran mereka akan penggunaan kekuatan berlebihan sebelum kerusuhan Minggu (2/10). (REUTERS)
Pasukan keamanan berkata mereka merespon para pendemo yang melempar botol dan batu. (REUTERS)
Pasukan keamanan berkata mereka merespon para pendemo yang melempar botol dan batu. (REUTERS)

Orang-orang di Oromia dan Amhara mengeluh bahwa mereka disingkirkan secara politik dan ekonomi.

Amerika Serikat mengungkapkan kekuatiran mereka terkait apa yang disebut dengan penggunaan kekuatan berlebih terhadap para pendemo.

Orang-orang yang hadir di festival Oromo pada Minggu (2/10), yang menurut kantor berita AP mencapai dua juta orang, berteriak “Kami perlu kebebasan” dan “Kami perlu keadilan,” kata para saksi.

ethiopia-3

Sejumlah pengunjuk rasa menyilangkan pergelangan tangan mereka di atas kepala mereka, simbol gerakan protes Oromo.

Kerusuhan tersebut dipicu oleh rencana memindahkan ibukota ke Oromia pada November lalu. Ini menimbulkan ketakutan bahwa petani dari kelompok etnis Oromo, yang terbesar di Ethiopia, akan tergusur.

Rencana tersebut akhirnya dibatalkan namun aksi protes masih berjalan, mengangkat isu-isu seperti marjinalisasi dan hak asasi manusia.

loading...