HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Wagub Pastikan Benahi Sektor Kelautan Aceh

Nelayan di TPI Lampulo, Banda Aceh/CNN Indonesia
20

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, H Muzakir Manaf, berjanji membenahi sektor kelautan dan perikanan yang memiliki potensi besar peningkatan ekonomi Aceh dan Indonesia secara umum.

Pernyataan itu disampaikan pada acara pengiriman perdana hasil laut Aceh ke Sumatera Utara dan Jakarta hasil kerja sama Koperasi Nelayan Pintar dengan PT Pos Indonesia di Pelabuhan Perikanan Samudera, Lampulo, baru-baru ini.

Namun, minimnya infrastruktur pendukung masih menjadi kendala nelayan, di antaranya ketersediaan listrik dan tempat penyimpanan bersuhu rendah atau cold storage. Disebutkan, Pemerintah Aceh mendatang akan membenahi sektor kelautan serta mengangkat komoditas unggulan suatu daerah. Misalnya, Simeulue terkenal dengan lobsternya serta Singkil dengan kepitingnya akan dijadikan produk unggulan.

“Potensi perikanan tangkap Aceh sangat menjanjikan mencapai 180 ribu ton per tahun, namun infrastruktur pendukung belum memadai. Tak hanya di Lampulo, di Idi (Aceh Timur) dan beberapa pelabuhan pendaratan di Aceh lain mengalami kendala serupa,” kata Muzakir.

Ketidaktersediaan cold storage berakibat ikan hasil tangkapan nelayan terkadang harus dibuang karena membusuk. Saat hasil tangkapan membludak, nelayan pun terpaksa membuang hasil tangkapan yang membusuk karena tidak memiliki tempat penyimpanan.

Selain cold storage, nelayan Aceh sering mengalami kendala pendangkalan kuala mengakibatkan tidak bisa melaut dan harus menunggu air pasang. Wagub Aceh itu meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat membantu membenahi sejumlah kuala di Aceh.

“Proyek pengerukan kuala yang selama ini dilakukan cenderung mubazir karena efeknya hanya sementara. Kami mengajak kementerian terkait membuat beberapa proyek percontohan yang dapat menanggulangi pendangkalan kuala secara permanen di Aceh,” katanya.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat