HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Debat Cawapres AS: Trump Dungu, Hilary Clinton Lemah

5

(harianaceh.co.id)– Donald Trump disamakan dengan seorang ‘dungu atau maniak’ sementara Hillary Clinton dituding ‘lemah dan tak berdaya’ dalam debat wakil presiden Amerika Serikat.

Senator Virginia dari Partai Demokrat, Tim Kaine dan Gubernur Indiana dari Partai Republik Mike Pence saling menyerang dalam serangkaian topik mulai dari aborsi hingga soal sikap tentang Rusia.

Betapa pun, keduanya selalu kembali pada upaya menyudutkan calon masing-masing: Donald Trump dan Hillary Clinton.

Mike Pence mencap Hillary Clinton sebagai pemimpin yang ‘lemah dan tak berdaya’ dengan kebijakan luar negeri yang gagal toral Menteri Luar Negeri.

Sementara itu, Tim Kaine mengutip mantan Presiden dari Partai Republik, Ronald Reagan untuk menyentil bahaya yang muncul jika senjata nuklir ada di bawah kendali seorang presiden seperti Trump.

Dia mengatakan bahwa Reagan pernah memperingatkan bahwa proliferasi nuklir dapat menyebabkan “sejumlah orang dungu atau maniak” untuk memicu “terjadinya suatu bencana,” dan menambahkan bahwa Reagan mengacu pada seseorang seperti Donald Trump.

Yang juga jadi topik debat utama adalah pajak yang dibayar (atau tak dibayar) Donald Trump.

Debat calon wakil presiden hanya berlangsung sekali, dan dipandang lebih untuk memperkenalkan pendamping dua calon presiden. (AFP)
Debat calon wakil presiden hanya berlangsung sekali, dan dipandang lebih untuk memperkenalkan pendamping dua calon presiden. (AFP)

Dipimpin oleh moderator Elaine Quijano, seorang Amerika-Asia pertama yang menjadi moderator debat pemilihan presiden, dua kandidat orang nomor dua Amerika Serikat berlangsung panas sejak awal.

Gubernur negara bagian Indiana, Mike Pence, berkilah bahwa calon presidennya, Donald Trump justru melakukan langkah ‘cemerlang’ dalam bersiasat terhadap sistem perpajakan federal AS.

Tapi Kaine, seorang senator Virginia, mempertanyakan apakah merupakan hal yang ‘pintar’ untuk tidak membayar yang digunakan untuk anggaran bagi sekolah-sekolah atau untuk militer.

Trump menolak untuk mengungkapkan pembayaran pajaknya, tetapi New York Times melaporkan bahwa ia mungkin berhasil tidak membayar pajak selama 18 tahun terakhir.

Hal ini dimungkinkan karena pada tahun 1995, Trump menderita kerugian lebih dari $900 juta. Trump tidak membantah kebenaran laporan itu.

Mengutip dalih Donald Trump bahwa justru dia ‘cerdas’ dalam menghindari membayar pajak, Kaine mengatakan: “Maka, saya kira kita semua (yang membayar pajak adalah orang-orang) bodoh?”

Tim Kaine, seorang senator Demokrat dari Virginia, memulai debat yang berlangsung di Longwood University di Virginia itu dengan mempertanyakan bagaimana bisa Pence membela Donald Trump. Ia mengatakan bahwa membayangkan Donald Trump sebagai presiden AS, ‘sungguh menakutkan.”

Tapi saingannya dari Partai Republik itu memukul balik dengan mengkritik Hillary Clinton atas penggunaan email pribadi untuk urusan dinas dan kebijakan luar negeri yang disebutnya telah mengakibatkan kekacaiuan di sebagian belahan dunia.

Tim Kaine tampil agresif dan banyak menyela saat Mike Pence, yang tampak defensif, sedang berbicara. (AFP)
Tim Kaine tampil agresif dan banyak menyela saat Mike Pence, yang tampak defensif, sedang berbicara. (AP)

Tim Kaine lalu menyerang lagi dengan menyebut Trump menyampaikan puja-puji terhadap para diktator. Bahkan Trump memuji Putin yang disebut merupakan presiden yang lebih baik dibanding Obama, padahal Putin seorang diktator yang antara lain memenjarakan oposisi dan memberangus wartawan.

Tim Kaine tampil agresif dan banyak menyela saat Mike Pence, yang tampak defensif, sedang berbicara.

Berbeda dengan debat calon presiden yang berlangsung tiga kali, debat calon wakil presiden hanya berlangsung sekali, dan dipandang lebih untuk memperkenalkan pendamping dua calon presiden.

loading...