HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ini Langkah Saifannur Setelah KIP Nyatakan Tidak Lulus Tes Kesehatan

4

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Saifannur, S.Sos menyatakan sudah siap menempuh langkah-langkah yang dimungkinkan terkait pengumuman Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh yang menyatakan dirinya tidak lulus tes kesehatan.

“Saya akan mencari keadilan lewat cara-cara yang dimungkinkan, termasuk siap menempuh jalur gugatan,” tegasnya di Banda Aceh, Rabu (5/10) pagi.

Saifannur adalah salah seorang calon bupati dari 19 nama calon bupati dan wali kota maupun wakil bupati yang oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dinyatakan tidak lulus tes kesehatan.

“Ada 19 bakal calon bupati, wakil kota, maupun wakil bupati dinyatakan tidak lulus tes kesehatan,” kata Ketua Kelompok Kerja Tes Kesehatan Pasangan Bakal Calon KIP Aceh Fauziah di Banda Aceh, Selasa (4/10).

Bakal calon bupai Bireuen yang diusung oleh Golkar, NasDem, PDA, dan Demokrat itu memandang keluarnya hasil pemeriksaan kesehatan yang menyebut dirinya tidak sehat secara jasmani (neurobehaviour) sebagai bentuk penzaliman dan tidak tertutup kemungkinan bagian dari usaha menjegal langkahnya menuju pemilihan.

“Saya merasa sehat, fisik saya masih kuat, dan tidak ada yang terganggu karena ada masalah dengan fungsi saraf,” sebutnya.

Saifannur bahkan mengajak untuk menggali informasi tentang kesehatan motoriknya, memorinya, dan lainnya kepada orang-orang terdekatnya, seperti kepada karyawannya, termasuk kepada personil pengamanan tertutup atau pengawalan pribadi yang selama ini terus menemani dirinya dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. “Silahkan tanya kepada mereka soal fisik dan memori saya,” ajaknya.

Baginya, keluarnya hasil pemeriksaaan kesehatan yang kini sudah menyebar kemana-mana sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap dirinya. “Saya menerima surat itu dari pihak lain, dan tidak dihantar kepada saya langsung,” akunya.

Pengusaha Bireuen itu juga menyesali pihak rumah sakit yang sudah menilainya melampau kewenangan yang ada. “Bukan lagi soal sehat jasmani, rohani, dan soal narkoba, tapi pihak rumah sakit sudah mengklaim saya tidak mampu menjalankan tugas dan kewajiban sebagai bupati, padahal pemeriksaan kesehatan adalah bagian dari syarat kelengkapan bagi KIP Aceh untuk menilai apakah saya memenuhi kelengkapan atau tidak sebagai calon bupati,” urainya.

Meski begitu, katanya, dia dan timnya berusaha mensikapi dengan tenang, dan mengambil langkah-langkah yang dibenarkan oleh aturan, seperti menyampaikan pengaduan ke pihak Panwaslih Bireuen, Panwaslih Aceh, termasuk juga mengadu kepada KIP Aceh. “Pendukung saya sudah menempuh langkah mengadu ke berbagai pihak,” jelasnya.

Jika langkah itu tidak menggerakkan para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada ia mengaku akan terus melakukan langkah lain, seperti melakukan sengketa Pilkada melalui Panwaslih atau Bawaslu. “Kami juga mengkaji langkah hukum untuk menggugat pihak-pihak yang terkait dengan keluarnya hasil pemeriksaan kesehatan,” pungkasnya. []

loading...