HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Aceh Besar Bangun Mekanisme Penyelesaian Sengketa Berkeadilan Gender

24

HARIANACEH.co.id, ACEH BESAR – Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF)/ Yayasan Perempuan Aceh untuk Perdamaian sebagai Organisasi Masyarakat Sipil di Aceh yang memiliki perhatian terhadap Hak Azasi Perempuan dan Perdamaian, pada hari ini mengelar kegiatan workshop penyelesaian sengketa Adat dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun mekanisme penyelesaian sengketa berkeadilan gender.

Proses penyelesaian sengketa di tingkat gampong membutuhkan relasi antara laki-laki dan perempuan karena perempuan punya hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara. Pentingnya perempuan masuk dalam proses penyelesaian sengketa di tingkat gampong telah diakui oleh Qanun Aceh No.9 tahun 2008.

Proses penyelesaian sengketa harus melibatkan berbagai unsur agar keadilan dapat diterima oleh korban dan pelaku. Penyelesaian sengketa di tingkat gampong harus diselesaikan di tingkat gampong pula, hal ini sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) antara kepolisian daerah Aceh, Gubernur Aceh dan Majelis Adat Aceh. Dalam SKB tersebut dijelaskan penyelesaian sengketa yang terjadi di gampong harus diselesaikan di tingkat gampong. Setelah adanya Qanun Aceh dan SKB  tersebut banyak sengketa yang terjadi di Aceh diselesaikan melalui proses musyawarah di gampong sehingga korban dan pelaku mendapatkan win-win solution.

Dalam kegiatan tersebut salah satu pembicara bapak Abdurrahman, SH, M.Hum dari majelis Adat Aceh (MAA) prov Aceh menyebutkan bahwa penyelesaian sengketa melalui jalur adat harus menjadi kebiasaan di masyarakat.

Tujuan dari pelaksanaan penyelesaian sengketa dengan adat istiadat adalah untuk membangun tata kehidupan masyarakat yang harmonis, seimbang dalam hubungan antar masyarakat dengan lingkungan. Menurut beliau yang juga seorang dosen fakultas hukum Unsyiah bahwa Adat istiadat di Aceh tidak bertentangan dengan syariat islam yang sedang berlangsung di Aceh.

Irma sari sebagai ketua pelaksana kegiatan workshop pembelajaran baik kelompok perempuan dalam advokasi penyelesaian sengketa menyebutkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut selain membangun mekanisme penyelesaian sengketa yang berkeadilan gender jugaMemberikan pemahaman dan keterampilan tentang advokasi penyelesaian sengketa yang adil gender.

Berbagi pengetahuan dan pengalaman antar stakeholders di Aceh tentang upaya penyelesaian konflik dan merawat perdamaian serta Menfasilitasi komunikasi dan kerjasama antara kelompok perempuan dengan stakeholders dalam mewujudkan penyelesaian konflik yang sensitive gender di tingkat gampong dan mukim.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 – 6 Oktober 2016 di hotel Rasa mala banda Aceh, kegiatan diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari Kelompok Perempuan Gampong, Pimpinan Gampong dan Mukim, tokoh adat dan agama perempuan di Aceh besar.[]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat