HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Fraksi PPP : Qanun Kehutanan Aceh Miliki Peran Penting Dalam Pelestarian Hutan

4

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Qanun Aceh Tentang Kehutanan Aceh memiliki peran penting dalam pelestarian hutan. Hal tersebut dipaparkan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRA Aceh Zaini Bakri dalam rapat penyampaian pendapat Rancangan Qanun Aceh tentang kehutanan, Banda Aceh (6/10)

Aceh yang memiliki luas hutan mencapai 3,5 juta hektar, Aceh memiliki peran penting dalam penyediaan jasa lingkungan khususnya penyerapan emisi karbon. Kegiatan kehutanan era rezim terdahulu yang hanya mengutamakan pemanenan kayu dan praktik-praktik silvikultur yang keliru telah menimbulkan kerusakan parah bagi hutan di Aceh.

“Sentralisasi administrasi dan keuangan kehutanan telah menyebabkan rendahnya intensif dan kemampuan pengelolaan hutan di tingkat lokal,” kata Zaini Bakri.

Dia menambahkan kerusakan hutan juga diperparah oleh ketergantungan yang sangat tinggi terhadap kayu bagi modal pembangunan, sumber daya hutan pun terlikuidasi bagi pengembangan sektor lain. Para pengusaha sektor kehutanan membangun hubungan yang mesra dengan penguasa, sehingga tak tersentuh hukum.

“Kemakmuran dinikmati oleh segelintir kelompok. Untuk itu kami menyarankan pengaturan dalam qanun ini nantinya benar-benar bermanfaat bagi masyarakat bawah dan tidak memihak keatas. Karena kedekatan-kedekatan emosional yang dibangun oleh pengusaha kehutanan dengan pemerintah, maka tingkat pungutan dan royalti menjadi rendah,” katanya.

Kelompok masyarakat yang lebih luas terancam kelangsungan hidupnya oleh keputusan buruk dalam alokasi pengembangan perkebunan, khususnya kelapa sawit. Pengembangan perkebunan kelapa sawit sebagian besar didorong oleh praktik penggunaan lahan yang tidak sesuai arah dan fungsi hutan.

Dirinya menjelaskan ada beberapa kebijakan yang sebenarnya baik, namun gagal diimplementasikan, seperti program pengembangan untuk meningkatkan akses masyarakat sekitar hutan dan peran mereka dalam pengambilan keputusan tentang penggunaan sumber daya hutan.

“Pembangunan hutan tanaman indistri (HTI) yang diharapkan bisa mengurangi tekanan terhadap hutan alam, pada kenyataannya justru meningkatkan tekanan karena dilaksanakan dengan cara-cara yang kurang tepat dan merugikan masyarakat,” ujarnya.[***]

loading...