HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Masa Persidangan IV DPR Aceh Alami Dua Kali Skors, Kenapa ?

17

Banda Aceh (harianaceh.co.id) — Dewan Perwakilan Rakyat Aceh kembali menggelar rapat paripurna pembahasan Rancangan Qanun (Raqan) prioritas Program Legislasi (Prolega) 2016. Pembukaan rapat paripurna I masa Persidangan IV dilakukan di Gedung Utama DPR Aceh, Rabu (5/10/2016). Rapat langsung dipimpin oleh Ketua DPRA, Tengku Muharuddin.

Rapat paripurna I dengan agenda peyampaian empat Raqan prioritas itu sempat dua kali diskor karena ketidakhadiran wakil eksekutif. Skor pertama dilakukan Ketua DPRA, Tengku Muharuddin, usai membuka rapat. Namun, sekitar sepuluh menit berselang skor dicabut. Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Setelah itu, Muhar kembali menskors rapat selama lebih kurang tiga puluh menit.

“Rapat kembali saya skor. Kita masih menanti kehadiran eksekutif,” kata Muharuddin.

Ketika skorsing kedua tengah berlangsung, perwakilan ekskutif akhirnya tiba di gedung DPRA. Pemerintah Aceh diwakili langsung oleh Wakil Gubernur Muzakir Manaf. Saat dia memasuki ruang paripurna, Muharuddin langsung mencabut skorsing.

“Terimakasih dan selamat datang kepada bapak Wakil Gubernur Muzakir Manaf. Skor dicabut dan rapat kembali dilanjutakan,” ujar Muhar.

Rapat berlanjut dengan penyampaian informasi Raqan yang akan dibahas dalam paripurna. Keempat Raqan tersebut yaitu Rancangan Qanun Aceh tentang Kehutanan, Rancangan Qanun Aceh tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota. Kemudian, Rancangan Qanun Aceh tentang Perubahan atas Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2014 tentang Retribusi Perizinan Tertentu, dan Rancangan Qanun Aceh tentang Zakat, Infaq dan Sedekah.

Usai menjelaskan soal raqan tersebut, Muharuddin lantas mempersilakan Wagub Mualem (red, sapaan akrab Muzakir Manaf) untuk meberikan sambutan. Namun sayangnya Mualem tidak menuntaskan penyampaian sambutannya. Dia langsung pamit ketika melihat kedatangan Asisten III, Syahrul Badrudin. Karena itu, keberadaan Mualem dirapat tersebut hanya berkisar dua puluh menit. Ia pamit karena alasan mempunyai tugas yang harus segera dituntaskan.

“Karena bapak Asisten III sudah tiba di sini, sambutan saya akan dilanjutkan oleh beliau. Saya harus melanjutkan tugas penting lainnya yang tidak bisa ditinggalkan,” ujar Wagub.

Mualem kemudian langsung meninggalkan ruang sidang sambil bersalam-salaman dengan Ketua DPR Aceh. Tak ada satu komentar apapun mengenai tugas dadakan yang membuatnya harus meninggalkan rapat.[***]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat