HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Perang Suriah Belum Tentu Berakhir Meski Aleppo Hancur Lebur

Suriah dalam kondisi hancur akibat perang (Foto: Reuters)
24

HARIANACEH.co.id, ALEPPO – Kota Aleppo di Suriah diklaim akan segera jatuh ke tangan pasukan Pemerintah Suriah yang didukung kekuatan udara Rusia. Kejatuhan itu ditandai pengeboman paling mematikan selama hampir enam tahun perang saudara.

Merebut kota strategis penting, pusat ekonomi dan perdagangan yang jadi kunci untuk mengendalikan Laut Suriah, merupakan kemenangan militer penting bagi Presiden Bashar al-Assad serta sekutunya, Rusia dan Iran.
Terjadi kemunduran yang melemahkan bagi pemberontak Suriah didukung Barat. Tanpa bala bantuan cepat dari sekutu asing mereka, kubu pemberontak tak berdaya menjadi sasaran pengeboman.
“Tapi jatuhnya Aleppo tidak berarti mengakhiri perang,” menurut kalangan analis militer dan politik seperti dilansir Reuters, Rabu (5/10/2016).
Sebaliknya kekalahan itu akan memberi jalan untuk jangka panjang kepada gerilyawan Sunni dalam kelompok pemberontak moderat tersisa, yang didukung oleh Barat dan sekutu regional Barat, mengobarkan jihad militan.
Dalam perang, dengan begitu banyak aktor global dan regional mendukung klien lokal, Presiden Bashir al-Assad akan bertahan sebagai pemimpin sebuah negara yang terpuruk, hancur, dan terpecah-belah dalam krisis pengungsi terburuk di dunia sejak Perang Dunia II.
“Rusia mengulang di Aleppo dan Suriah apa yang telah mereka lakukan di Grozny, itu sama,” ucap Duta Besar AS untuk Suriah periode 2011-2014, Robert Ford, mengacu pada pengeboman sengit yang menghancurkan ibukota Chechnya wilayah Rusia selama perang 1999-2000 antara Moskow melawan separatis Islam di sana.
“Pihak oposisi Assad akan menyingkir dari wilayah pendudukan untuk berpencar menjadi pemberontak, mengobarkan perang gerilya, yang akan berlangsung terus dan lama,” katanya kepada Reuters.
Komentar
Sedang Loading...
Memuat