HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Sejarah Hari Ini: Joseph Stalin Benarkan Uni Soviet Miliki Bom Atom

ilustrasi ledakan bom atom
28

(harianaceh.co.id) – Pada 6 Oktober Joseph Stalin mengklaim Uni Soviet memiliki bom atom. Proyek pembuatan bom atom ini dilakukan sejak Perang Dunia II. Mereka membuat bom atom untuk menandingi Amerika, Inggris, dan Kanada yang mengembangkan proyek nuklir.

Proyek pembuatan bom atom ini dipimpin oleh Ahli Fisika Nuklir Igor Kurchatov. Program pembuatan bom atom segera dimulai oleh Stalin setelah dia mendapatkan surat dari seorang Ahli Fisika Georgy Flyorov yang memintanya segera melaksanakan riset pembuatan bom atom.

Georgy Flyorov telah lama curiga kalau negara-negara Amerika dan sekutunya telah melaksanakan proyek pembuatan senjata nuklir menyusul penemuan fisi nuklir pada 1939. Oleh karena itu, Uni Soviet tak boleh ketinggalan dengan Amerika dan segera melaksanakan proyek pembuatan bom atom tersebut.

Namun karena terjadi perang dengan Nazi di mana-mana, Amerika dan sekutunya menghentikan proyek nuklirnya untuk sementara. Sedangkan Uni Soviet mempercepat proyek pembuatan bom atom setelah melihat Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Uni Soviet intensif mencari informasi mengenai proyek nuklir Jerman dan proyek nuklir Amerika.

Adolf Hitler
Adolf Hitler

Adolf Hitler Umumkan Perlunya Aturan Terkait Orang Yahudi

Pada 6 Oktober 1939 Adolf Hitler mengumumkan rencana untuk mengatur masalah terkait orang-orang Yahudi. Hitler ingin orang-orang Yahudi di Jerman dikirimkan ke negara lain supaya tak menggangu di Jerman.

Hitler ingin membentuk sebuah negara yang menampung orang-orang Yahudi Jerman. Ia ingin menyingkirkan orang-orang Yahudi dari negaranya tersebut.

Seperti dilansit Jta.org, terdapat rumor kalau Hitler ini membangun negara Yahudi di Galicia. Jika ada pemukiman Yahudi di Galicia, maka semua orang Yahudi di Jerman bisa dikirim dan dipusatkan di Galicia.

Bahkan ada rumor jika Hitler ingin membuat negara Yahudi di Warsawa sehingga orang-orang Yahudi Jerman bisa dikirim ke sana. Walaupun hal itu ditampik oleh Berlin.

Hitler ingin mengatasi berbagai masalah minoritas di Eropa Timur dan Eropa Tenggara. Makanya harus ada kebijakan dan regulasi mengenai berbagai masalah terkait orang-orang Yahudi. Sebab di mana-mana Yahudi tak disukai dan selalu diusir dari satu kota ke kota lain di berbagai belahan Eropa.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat