HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Walhi Aceh Ajukan Replik Dalam Sidang Gugatan SK Bupati Aceh Tamiang

5

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Walhi Aceh menggugat Bupati Aceh Tamiang ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh terkait penerbitan izin lingkungan untuk PT. Tripa Semen Aceh (TSA). Izin tersebut diterbitkan melalui SK Bupati Aceh Tamiang No. 541 Tahun 2016 Tentang Izin lingkungan rencana kegiatan industri semen kapasitas produksi 10.000 ton/hari klinker di Kampung Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang, dengan luas areal pabrik dan penambangan 2.549,2 hektar kepada PT. Tripa Semen Aceh.

SK Bupati Aceh Tamiang tersebut menjadi objek gugatan Walhi Aceh dalam perkara ini. Terkait gugatan itu, PTUN Banda Aceh sudah menggelar enam kali persidangan. Dalam persidangan keenam hari ini (5/10), Walhi Aceh sebagai penggugat mengajukan Replik terhadap Eksepsi pihak tergugat yang telah diajukan pada persidangan kelima tanggal 21/9/2016 yang lalu.

Dalam replik yang diajukan Walhi Aceh membantah semua eksepsi tergugat, dan Walhi Aceh meminta majelis hakim untuk menolak seluruhnya eksepsi tergugat dan dikabulkan seluruhnya gugatan Walhi Aceh.

Persidangan keenam ini dihadiri oleh 1 orang hakim anggota, 4 orang kuasa hukum Walhi Aceh, dan 4 orang kuasa hukum dari tergugat. Dari pihak Walhi Aceh yang hadir Muhammad Zuhri Hasibuan, SH, MH., Helman Madewa, SH., Chandra Darusman, SH, MH., dan M. Nasir. Selain itu, hadir juga dari kuasa hukum dari pihak PT. TSA dengan mengajukan permohonan kepada majelis hakim untuk dikabulkan sebagai Pihak Ketiga dalam perkara ini.

Terkait permohonan tersebut, Walhi Aceh memohon kepada majelis hakim untuk meminta legal standing kepada pihak ketiga. Jika pihak ketiga memenuhi legal standing untuk terlibat dalam perkara ini, Walhi Aceh tidak keberatan. Majelis hakim meminta kepada pihak ketiga untuk membawakan semua dokumen sebagaimana permintaan Walhi Aceh pada persidangan selanjutnya. Pada persidangan selanjutnya majelis hakim akan memutuskan permohonan pihak ketiga dikabulkan atau tidak.

Sidang selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 12 oktober 2016, pukul 10.30 di Pengadilan Tata Usaha Negara  Banda Aceh, dan sidang terbuka untuk umum.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time