HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Wartawan dan Media Online yang Diduga Lakukan Fitnah Dipolisikan PDIP

4

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Partai PDI Perjuangan melaporkan seorang bernama Hanibal Wijayanta ke Mapolda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik melalui media elektronik. Laporan tertera dalam nomor LP/4841/X/2016/PMJ/DITRESKRIMSUS.

Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan Trimedia Panjaitan mengatakan, pelaporan terkait pemberitaan yang terjadi pada 24 September 2016 di media online Suara Nasional berjudul ‘Wow menteri bocorkan mahar Ahok ke PDIP Rp10 triliun’.

“Karena ini kami menganggap fitnah, mencemarkan nama baik partai. Kita rapat DPP pada hari Kamis lalu memutuskan supaya orang yang menyebarkan berita itu kami laporkan ke Polda Metro Jaya,” kata Trimedia di Mapolda Metro Jaya, Kamis (6/10/2016).

Trimedia menambahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan saksi-saksi untuk dimintai keterangan terkait pemberitaan yang menyudutkan PDI Perjuangan tersebut. Trimedia mengaku, sudah mengkaji bahwa hal yang dilakukan Hanibal dan media Suara Nasional melanggar Undang-undang ITE.

“Kita berharap pihak kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya cepat memprosesnya supaya sama seperti kasus obor rakyat. Supaya orang yang menyebarkan fitnah itu cepat diproses ke hukum apalagi kita khawatir upaya ini kita ketahui Pilkada DKI sudah semakin panas. Berita berita ini eskalasinya sangat tinggi,” jelas Trimedia.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Badan Bantuan Hukum Advokasi DPP PDIP Sirra Prayuna mengatakan, pemberitaan yang telah dilakukan individu dan media tersebut sudah membuat kecemasan pihak partai.

Sebab, selama ini PDI Perjuangan tidak pernah memungut mahar politik dari tiap calon yang diusungnya. Sementara itu, Sirra juga mengatakan jika orang yang dilaporkannya itu adalah seorang wartawan.

“Ada berita online dan capture-capturenya. Hanibal Wijayanta. Di beritanya ini sumber dari seorang menteri maka biarlah ini terkuak dari menteri siapa. Kalaupun ini ada sumber kan kode etik jurnalistik harus mengkroscek baik ke Ahok maupun ke partai apa betul ada mahar. Bagi kami tidak ada tradisi politik ada mahar bahkan kami bergotong royong,” pungkas Sirra.

loading...