HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Presiden Kolombia Raih Nobel Perdamaian

5

HARIANACEH.co.id – Nobel Perdamaian 2016 dianugerahkan kepada Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, atas keteguhannya dalam mengupayakan perdamaian untuk mengakhiri perang saudara selama 50 tahun lebih.

Presiden Santos sudah menandatangani kesepakatan damai dengan Timoleon Jimenez, pemimpin kelompok pemberontak FARC, namun rakyat Kolombia menolaknya lewat referendum, Minggu 2 Oktober.

Sekitar 50,24% suara dalam referendum menentang perjanjian tersebut. Para pengkirik kesepakatan damai berpendapat terlalu banyak konsesi yang diberikan kepada pihak pemberontak.

Hasil referendum menolak kesepakatan damai dengan FARC. (AFP)
Hasil referendum menolak kesepakatan damai dengan FARC. (AFP)

Namun Komite Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia, berpendapat Presiden Santos tetap berjasa dalam mengupayakan perdamaian.

“Penghargaan seharusnya dilihat sebagai penghormatan kepada rakyat Kolombia,” kata Kaci Kullmann Five, Ketua Komite Nobel Perdamaian, saat mengumumkannya, Jumat 7 Oktober.

Presiden Santos sudah berjanji akan menghidupkan kembali kesepakatan yang sudah ditolak oleh referendum.

Perang saudara di Kolombia diperkirakan sudah menewaskan sekitar 260.000 orang dan lebih dari enam juta orang harus mengungsi dari rumahnya.

Sauvage, Stoddart, dan Feringa berjasa dalam pengembangan mesin terkecil. (AFP)
Sauvage, Stoddart, dan Feringa berjasa dalam pengembangan mesin terkecil. (AFP)

Sebelumnya Komite Nobel mengumumkan penghargaan Nobel Kimia 2016 diraih oleh Jean-Pierre Sauvage, Sir Fraser Stoddart, dan Bernard Feringa.

Ketiganya dianggap berjasa dalam merancang mesin pada skala molekul yang membantu pengembangan mesin-mesin berukuran amat kecil di dunia.

Thouless, Haldane, dan Kosterlitz lahir di Inggris namun kini tinggal dan bekerja di Amerika Serikat. (ANDERS WIKLUND)
Thouless, Haldane, dan Kosterlitz lahir di Inggris namun kini tinggal dan bekerja di Amerika Serikat. (ANDERS WIKLUND)

Sementara penghargaan Nobel Fisika untuk tahun 2016 juga dianugerahkan kepada tiga ilmuwan, yaitu David Thouless, Duncan Haldane, dan Michael Kosterlitz. Ketiganya merupakan kelahiran Inggris namun kini tinggal dan bekerja di Amerika Serikat.

Temuan ketiganya -terkait dengan bentuk aneh dari zat- telah membantu ilmuwan-ilmuwan lain merancang materi yang baru.

Yoshinori Ohsumi dari Jepang meraih Nobel Kedokteran. (REUTERS)
Yoshinori Ohsumi dari Jepang meraih Nobel Kedokteran. (REUTERS)

Adapun Nobel Kedokteran diraih ahli biologi dari Jepang, Yoshinori Ohsumi, yang dianggap berjasa atas penemuannya tentang degradasi dan daur ulang sel dalam proses yang disebut sebagai autofagi.

Satu lagi yang masih ditunggu adalah pemenang Nobel Kesusastraan.

loading...