HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Manfaat Menonton Film Sedih Bersama Kelompok Anda

4

HARIANACEH.co.id – Orang mengatakan menonton film sedih hanya akan menghasilkan tetesan air mata. Namun sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Oxford University menyebutkan bahwa kisah sedih dalam sebuah film bisa mempererat hubungan dan meningkatkan toleransi rasa sakit. Selain itu, menonton film sedih juga bisa meningkatkan produksi bahan kimia yang bisa membuat kita merasa lebih bahagia.

Seperti dipaparkan dalam Medical Daily, para peneliti mengamati 169 orang yang baru saja menonton film sedih yang ternyata memiliki ambang batas rasa sakit yang lebih tinggi dan merasa lebih dekat hubungan mereka dengan orang lain daripada orang-orang yang baru saja menonton film dokumenter. Menurut para ilmuwan, semua itu disebabkan karena pengaruh hormon endorfin.

Endorfin adalah candu alami tubuh, berfungsi untuk menghilangkan stres dan meningkatkan perasaan senang. Sudah diketahui bahwa olahraga dapat melepaskan endorfin, zat kimia dalam otak yang menyebabkan perasaan bahagia, bahkan euforia.

Untuk melakukan studi ini, para ilmuwan membagi peserta penelitian dalam dua kelompok: satu kelompok menonton film sedih yang bisa menguras air mata berjudulStuart: A Life Backwards yang menceritakan tentang seorang anak yang dirundung kesedihan; kelompok lainnya menonton dua film dokumenter produk BBC.

Setelah menonton film, semua peserta penelitian menjalani uji psikologis untuk mengukur bagaimana perasaan mereka terhadap kelompok. Tes ini juga digunakan untuk mengukur dampak positif atau negatif terhadap kelompok masing-masing. Mereka juga diminta menjalani uji kesakitan untuk mengukur seberapa lama mereka tahan duduk tanpa penopang punggung.

Orang-orang yang masuk dalam kelompok penonton film sedih ternyata secara emosional lebih terpengaruh daripada orang yang menonton film dokumenter. Kelompok orang-orang yang baru saja terkuras air matanya merasa lebih terikat pada kelompok mereka dan ambang batas rasa sakit mereka meningkat rata-rata 13 persen. Sementara itu ambang batas rasa sakit pada orang-orang yang menonton film dokumenter justru menurun 4,6 persen.

Para peneliti yang sudah menerbitkan karya mereka dalam jurnal Royal Society Open Science mengatakan bahwa orang yang menonton film sedih telah mengaktifkan sistem endorfin sama seperti ketika mereka menonton film komedi.

“Respons emosional terhadap sebuah film memengaruhi ambang batas rasa sakit dan hal ini pada gilirannya memengaruhi rasa keterikatan dalam kelompok,” ujar peneliti seperti diwartakan Sydney Morning Herald.

Menanggapi hasil penelitian ini, Melissa K. Weinberg dari Australian Centre on Quality of Life mengatakan bahwa orang yang berbagi pengalaman traumatis akan membangun ikatan emosional yang lebih kuat dalam kelompok mereka.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Deakin University mengungkapkan bawa orang yang terpengaruh oleh bencana banjir di Queensland pada 2011 dan kebakaran lahan di Victoria pada 2009 ternyata merasa lebih terikat kepada komunitas mereka beberapa tahun setelah kejadian itu.

“Ketika orang merasakan pengalaman traumatis bersama-sama, mereka membangun kepercayaan. Persahabatan inilah yang kemudian mengikat mereka dalam satu kesatuan,” ujar Weinberg.

Studi lainnya yang dilakukan oleh periset dari University of Tilburg, Belanda mengungkapkan penonton film sedih cenderung merasakan perbaikan suasana hatisetelah menangis saat menonton film.[]

loading...