HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ternyata Hidup di Peternakan Dapat Melindungi Anak dari Alergi

6

HARIANACEH.co.id – Ada orang yang sangat peka ketika tubuhnya bersentuhan dengan alergen atau substansi pemicu alergi. Saat pertama kali berpapasan dengan sebuah alergen, tubuh akan memproduksi antibodi karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya.

Ketika kembali berpapasan dengan alergen yang sama, tubuh akan meningkatkan jumlah antibodi terhadap jenis alergen tersebut. Hal inilah yang memicu pelepasan senyawa kimia dalam tubuh dan menyebabkan gejala-gejala alergi.

Sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh ilmuwan dari Australia mengungkapkan bahwa anak-anak yang tumbuh di tanah peternakan ternyata mempunyai paru-paru yang lebih kuat sehingga mereka lebih kebal terhadap alergi daripada anak-anak yang tumbuh di daerah perkotaan. Lebih daripada itu, tanah peternakan juga bisa memberikan keuntungan terhadap kesehatan anak-anak ini secara keseluruhan.

Riset yang sudah dipublikasikan dalam jurnal Thorax mempelajari lebih dari 10.000 orang yang berumur 26-54 tahun dari 14 daerah yang berbeda di seluruh dunia.

Kekuatan dan kepekaan paru-paru peserta penelitian terhadap alergen diuji dan mereka diminta memberikan data faktor-faktor lingkungan pada saat mereka masih kecil. Data itu antara lain apakah mereka mempunyai binatang piaraan, apakah mereka mempunyai saudara kandung, apakah mereka berbagi tempat tidur dengan orang lain, dan bagaimana suasana tempat mereka tinggal.

Ketika mereka tumbuh dewasa, anak-anak yang pernah tinggal di daerah peternakan sebelum berumur 6 tahun ternyata 54 persen cenderung tidak terjangkit asma atau alergi terhadap serbuk bunga dan 57 persen cenderung tidak mempunyai gejala alergi pernapasan dibandingkan anak-anak yang tumbuh di perkotaan.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa perempuan yang tinggal di tanah pertanian sebelum umur lima tahun ternyata mempunyai paru-paru yang lebih kuat saat mereka beranjak dewasa.

Anak-anak yang tinggal di pinggiran kota atau mereka yang tinggal di kota kecil atau desa cenderung tidak terjangkit asma atau alergi serbuk bunga saat mereka dewasa daripada anak-anak yang tinggal di kota besar.

“Orang tua yang memiliki anak kecil pasti sudah memahami bahwa tempat penitipan anak adalah sarang virus dan bakteri. Namun ternyata itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan sebuah tanah pertanian,” ujar Brittany Campbell dari unit alergi dan kesehatan paru-paru di University of Melbourne seperti dikutip dari Sydney Morning Herald.

“Kami menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di desa, kota kecil, pinggiran kota dan kota-kota besar jarang bersentuhan dengan kucing, anjing atau bahkan saudara dekat mereka yang bisa memicu pertahanan diri. Ini berbeda dengan anak-anak yang tinggal di tanah pertanian,” ujar Campbell.

Alergi menjadi masalah yang cukup besar di negara-negara berkembang dalam tiga dekade terakhir.

Shyamali Dharmage, yang menjadi kepala dalam unit alergi dan kesehatan paru-paru, mengatakan bahwa temuan ini telah memberikan pandangan bagaimana hidup di tanah pertanian bisa memperkuat fungsi paru-paru.

Namun dia mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui apa yang menyebabkan anak-anak lebih tahan alergi dan mengapa hasilnya berbeda pada anak lelaki dan anak perempuan.

“Mungkin hal itu disebabkan karena anak perempuan dan anak laki-laki terpapar oleh benda-benda yang berbeda saat mereka masih kecil,” ujar Dharmage.

Studi yang dilakukan di Australia ini mirip dengan riset yang dilakukan oleh profesor dari Ghent University yang mengungkapkan bahwa debu tanah peternakan membantu perlindungan terhadap asma. Studi ini sudah diterbitkan dalam jurnal Science.

“Kini kita telah mengungkapkan bahwa sebenarnya debu pertanian memiliki peran penting terhadap asma dan alergi. Kami sudah melakukannya pada tikus dengan mengambil ekstrak debu dari Jerman dan Swiss,” kata Bart Lambrecht yang melakukan penelitian itu kepada The Guardian.

“Tes ini membuktikan debu sepenuhnya melindungi tikus sehingga terhindar dari tungau, penyebab alergi paling umum pada manusia. Debu pertanian itu juga membuat pernapasan terlindungi, karena tubuh manusia menghasilkan protein yang disebut A20. Protein tersebut didukung oleh zat yang terkandung dalam debu.,” papar Lambrecht.

Sementara itu, para ilmuwan masih akan terus melakukan penelitian untuk mencari zat aktif dalam debu pertanian yang bertanggung jawab memberikan perlindungan. Langkah ini dilakukan supaya debu pertanian dapat dikembangkan untuk pengobatan dan pencegahan asma.

Cara paling ampuh dalam mencegah alergi adalah menghindari diri dari substansi pemicunya atau alergen. Namun jika gejala-gejala alergi terlanjur muncul, ada beberapa obat anti-alergi yang bisa membantu. Selalu konsultasikan masalah alergi ke dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan.

loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time