HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Setelah Kebakaran Lahan 23 Ekor Gajahpun Datang di Aceh Tengah

Kondisi Lahan Jabon Masyarakat pasca kebakaran di Kampung Karang Ampar Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah (04/10). Foto: IST
30

90 Hektar Lahan Jabon Musnah Terbakar

HARIANACEH.co.id, Tekengon – Kebakaran hutan dan kebun masyarakat yang melanda Aceh Tengah dua pekan yang lalu bukan hanya terjadi di kawasan Danau Laut Tawar, akan tetapi juga melanda puluhan hektar kebun jabon masyarakat di Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah.

Sukri yang memiliki 9 hektar lahan jabon yang berumur tiga tahun ikut terbakar pada selasa (04/10) yang lalu. “Kami delapan orang semuanya memiliki lahan jabon dengan total 90 hektar musnah terbakar“ sebut sukri kepada Harianaceh.co.id. Kejadian ini terjadi di kampung  Karang Ampar Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah. “sepertinya dibakar ini bang, endak sanggup aku melihatnya, padahal kita coba membantu menghijaukan bumi ini” ungkap sukri dengan nada sedih.

23 Ekor Kawanan Gajah Sumatera Turun Kepemukiman Penduduk

Seekor Gajah sedang melintasi kebun kopi milik warga di kampung Karang Ampar Kecamtan Ketol Kabupaten Aceh Tengah (10/10). Foto: IST
Seekor Gajah sedang melintasi kebun kopi milik warga. Foto: IST

Terbakarnya kawasan hutan kali ini menambah deretan panjang konflik gajah dan manusia dikawasan tersebut. Ini terbukti pasca kebakaran hutan 23 ekor kawanan gajah sumatera pada senin (10/10) turun ke perkampungan penduduk Desa Karang Ampar Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah.

Masyarakat saat ini pasrah  melihat kebun yang ditanami pisang, pinang, durian, kelapa, kakao,  dan tebu saat dimakan oleh “Pomeurah” (Gajah red) . Bahkan tanaman jenis kopi yang tidak disukai gajahpun ikut rebah saat dilintasi oleh Hewan yang sangat dilindungi ini.

“Setiap malam masyarakat jaga malam agar gajah tidak masuk kepemukiman, sampai saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak berwewenang tentang musibah kebakaran lahan jabon dan konflik gajah liar di daerah Kami” kata sukri penduduk setempat.

Masyarakat setempat berharap tindakan lebih lanjut dari pemerintah setempat dan instansi terkait untuk menangani permasalan ini.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat