HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Ada 40 Titik Api di Kawasan Hutan Seulawah

5

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh — Puluhan hektare hutan lindung di kawasan Seulawah Aceh Besar hingga Pidie sampai saat ini dilaporkan masih terbakar. Informasi terbaru yang diperoleh HARIANACEH.co.id, setidaknya ada 40 titik api yang menyebar di lokasi kebakaran hutan. Laporan temuan titik api itu disampaikan oleh mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Kemarin, Rabu (12/10/2016), dengan menggunakan pesawat pribadinya “Hanakaru Hokagata”, Irwandi Yusuf bersama asistennya terbang mengitari kawasan hutan Seulawah selama kurang lebih dua jam. Dari ketinggian 7000 kaki, ia melihat langsung sebaran titik api tersebut.

Irwandi Yusuf bersama asistennya sesaat sebelum lepas landas melihat kondisi hutan Seulawah.[Foto: Dok. Irwandi Yusuf]
Irwandi Yusuf bersama asistennya sesaat sebelum lepas landas melihat kondisi hutan Seulawah.[Foto: Dok. Irwandi Yusuf]
“Hasil pantauan kasat mata dari udara di atas Seulawah, ada sekitar 40-an titik api yang berhasil kami hitung yang tersebar di sebagian wilayah Aceh Besar dan sebagian masuk wilayah Pidie,” kata Irwandi yang juga masuk dalam daftar Bakal Calon Gubernur Aceh 2017, Kamis (13/10/2016).

Secara umum, kata dia, keempat puluh titik api itu berada dalam posisi berdekatan. Semuanya dalam kondisi masih menyala. Namun, karena dia terbang pada siang hari, yang terlihat jelas hanya gumpalan asap tebal. “Kalau dari atas, titik api luas sekali. Dan ini seharusnya sudah dikatakan bencana nasional. Namun kita belum mengetahui apakah telah diberitakan kebakaran hutan di Aceh kepada Pusat,” ujarnya.

Potret kebakaran hutan Seulawah dari udara.[Foto: Dok. Irwandi Yusuf]
Potret kebakaran hutan Seulawah dari udara.[Foto: Dok. Irwandi Yusuf]
Menurut Irwandi, ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Selain kondisi cuaca yang cukup panas, kebakaran bisa saja disebabkan oleh oknum yang ingin melakukan perambahan hutan lindung. Karenanya, kata dia, perlu penegakan hukum yang kuat untuk menyelesaikan masalah ini.

“Saya berharap pemerintah membentuk Qanun tentang mitigasi bencana. Jika tidak seperti itu, hutan Aceh akan hilang karena banyaknya orang yang akan merambah hutan, menggali secara ilegal, dan menebang pohon. Masyarakat pedalaman harus diberi pemahaman tentang bahanya perambahan hutan,” tutur Irwandi.[]

loading...