HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Leicester Sekarang, Sama Seperti Chelsea Musim Lalu

8

HARIANACEH.co.id — Sudah kalah empat kali dari delapan pertandingan dan belum pernah menang tandang musim ini. Leicester City menuju titik nadirnya saat ini.

Apa yang Leicester perlihatkan di awal musim ini seakan menghapus segala performa gemilang mereka musim lalu saat menjadi juara Premier League, mengangkangi tim-tim tradisional selama ini.

Seperti masih dalam euforia keberhasilan jadi juara liga musim lalu, Leicester tak bisa menghadapi kenyataan bahwa musim 2016/2017 akan semakin sulit kalau tidak bisa dibilang kejam untuk mereka.

Menyusul kekalahan 1-2 dari Hull City di partai perdana, Leicester lantas tak bisa benar-benar bangkit. Pekan demi pekan dilalui dengan hasil yang tak pasti, kadang menang tapi pekan depannya seri atau bahkan kalah.

Itu yang terbukti sejauh ini ketika Leicester kembali menelan kekalahan keempatnya musim ini usai takluk 0-3 dari Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu (15/10/2016) malam WIB tadi. Hasil itu membuat ‘Si Rubah’ duduk di posisi ke-13 dengan delapan poin.

Kekalahan ini pun membuat Leicester menyamai torehan buruk Blackburn Rovers di musim 1995/1996. Berstatus juara bertahan kala itu, The Rovers tak mampu memenangi empat laga tandang pertamanya dan akhirnya finis posisi ketujuh.

Leicester pun bisa saja bernasib demikian mengingat Blackburn dulu juga adalah tim kejutan saat menjuarai Premier League.

“Sudah jelas ketika Anda melawat ke Chelsea, Anda tahu mereka tim besar dan Anda harus punya perhatian maksimal,” ujar manajer Claudio Ranieri kepada Sky Sports.

“Kami banyak melakukan kesalahan dan kami coba bereaksi – kami lebih baik di babak kedua – tapi mereka kemudian mencetak gol ketiga. Kini kami harus bisa bangkit tepat waktu untuk laga hari Selasa,” sambung Ranieri merujuk pada laga Liga Champions kontra FC Copenhagen.

“Saya sudah lupakan babak pertama karena kami tampil sangat buruk. Mereka bermain bermain tapi kami kalah segala-galanya. Pendekatan kami tidak bagus dan itu memudahkan mereka.”

“Saya bahkan tidak mengenali sama sekali pemain saya di babak pertama, tapi saya akan bicara kepada mereka. Setidaknya lebih baik terjadi sekarang ketimbang di akhir musim.”

“Kami sudah ditunggu laga berat lainnya – Copenhagen itu tim bagus. Kami harus bereaksi atau bakal ada laga buruk lainnya,” tutupnya.

loading...