Pesawat pengorbit ExoMars Trace Gas Orbiter dan modul pendaratnya, Schiaparelli, mendekati Mars. (ESA)
Pesawat pengorbit ExoMars Trace Gas Orbiter dan modul pendaratnya, Schiaparelli, mendekati Mars. (ESA)

HARIANACEH.co.id — Pesawat peneliti berbobot 600 kilogram itu lepas dari pesawat tak berawak setelah perjalanan tujuh bulan menempuh jarak 496 juta kilometer dari Bumi.
Pesawat antariksa eksperimental Badan Antariksa Eropa (ESA) diperkirakan mendarat hari Rabu (19/10) di Mars, sebagai bagian dari misi untuk menjelajahi atmosfer planet merah itu dan mencari tanda-tanda kehidupan.

Direktur penerbangan Michel Denis mengukuhkan pendarat Schiaparelli Mars telah lepas dari pesawat induknya sesuai jadwal hari Minggu, menuai tepuk tangan di pusat kendali misi di Darmstadt, Jerman.

Sesuai rencana, pesawat peneliti berbobot 600 kilogram itu lepas dari pesawat pengorbit tak berawak, Trace Gas Orbiter, setelah perjalanan tujuh bulan menempuh jarak 496 juta kilometer dari Bumi.

Baca Juga:  Akibat Kejahatan Perang, Pengusaha Bangladesh Ini Dieksekusi Mati

ESA mengatakan Schiaparelli akan memasuki atmosfer hari Rabu dengan kecepatan hampir 21 ribu kilometer per jam, sebelum diperlambat oleh tarikan atmosfer, kemudian membuka parasut dan pendorong.[]

loading...