Eksekusi cambuk kepada terdakwa dalam kasus khalwat/mesum di Masjid Baiturrahmah, Gampong Keuramat , Banda Aceh, Senin (17/10). Sebanyak tujuh pasangan mesum, satu orang di antaranya ditunda pencambukan karena hamil, masing-masing menjalani sebanyak sembilan hingga 25 kali cambuk karena terbukti melakukan pelanggaran syariat berdasarkan Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat. (Harianaceh.co.id/Yovie)
Eksekusi cambuk kepada terdakwa dalam kasus khalwat/mesum di Masjid Baiturrahmah, Gampong Keuramat , Banda Aceh, Senin (17/10). Sebanyak tujuh pasangan mesum, satu orang di antaranya ditunda pencambukan karena hamil, masing-masing menjalani sebanyak sembilan hingga 25 kali cambuk karena terbukti melakukan pelanggaran syariat berdasarkan Qanun Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat. (Harianaceh.co.id/Yovie)

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Tujuh laki-laki dan enam perempuan dihukum cambuk di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, karena terbukti melanggar Qanun tentang hukum jinayat. Sementara itu, satu perempuan di tunda hukumannya karena sedang hamil.
Hukuman cambuk yang dilaksanakan di halaman Masjid Baiturrahmah, Gampong Kramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh pada Senin (17/10/2016) itu, disaksikan oleh seratusan masyarakat.

Jaksa dari Kejaksaaan Negeri Banda Aceh saat membacakan putusan Mahkamah Syariah Banda Aceh menyebutkan, satu pasangan yang menjalani hukuman cambuk itu terbukti bersalah melakukan khalwat dan melanggar Pasal 23 ayat (1) Qanun Nomor: 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Mereka dijatuhi sembilan kali hukuman cambuk karena di potong masa tahanan satu bulan.

Baca Juga:  Pedang Pora Iringi Pelepasan Brigjen TNI Luczisman Rudy Polandi

Sementara enam pasangan lagi terbukti melakukan khalwat dan iktilath dan melanggar pasal 23 ayat (1) dan pasal 25 ayat (1) Qanun Nomor: 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. 12 warga tersebut dijatuhi hukuman 21 sampai 25 kali cambuk setelah di potong masa tahanan.

Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Ariffin mengatakan, satu pelanggar syariat islam itu di tunda hukuman cambuk karena sedang hamil. Hukuman terhadap OZ (22) baru dilakukan setelah dirinya melahirkan.

“Hukuman ini jangan tertawai mereka, jangan ejek mereka, mereka harus di bimbing agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, ini tugas masyarakat, hari ini mereka di hukum karena khilaf,” sebut Zainal Arifin.

Baca Juga:  Pengemis Terekam CCTV Sedang Mencuri di Salah Satu Cafe di Kota Langsa

Zainal Arifin juga mengatakan, hukuman cambuk tersebut juga harus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak melanggar aturan yang ada termasuk aturan syariat islam. “Kedepan agar tidak ada lagi masyarakat Banda Aceh yang melakukan pelanggaran,” ujar Zainal Arifin.[HARIANACEH.co.id/irsyad]

loading...