HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Tujuh Pasang Pelanggar Syariat Dicambuk

2

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Tujuh laki-laki dan enam perempuan dihukum cambuk di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, karena terbukti melanggar Qanun tentang hukum jinayat. Sementara itu, satu perempuan di tunda hukumannya karena sedang hamil.
Hukuman cambuk yang dilaksanakan di halaman Masjid Baiturrahmah, Gampong Kramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh pada Senin (17/10/2016) itu, disaksikan oleh seratusan masyarakat.

Jaksa dari Kejaksaaan Negeri Banda Aceh saat membacakan putusan Mahkamah Syariah Banda Aceh menyebutkan, satu pasangan yang menjalani hukuman cambuk itu terbukti bersalah melakukan khalwat dan melanggar Pasal 23 ayat (1) Qanun Nomor: 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Mereka dijatuhi sembilan kali hukuman cambuk karena di potong masa tahanan satu bulan.

Sementara enam pasangan lagi terbukti melakukan khalwat dan iktilath dan melanggar pasal 23 ayat (1) dan pasal 25 ayat (1) Qanun Nomor: 6 tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. 12 warga tersebut dijatuhi hukuman 21 sampai 25 kali cambuk setelah di potong masa tahanan.

Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Ariffin mengatakan, satu pelanggar syariat islam itu di tunda hukuman cambuk karena sedang hamil. Hukuman terhadap OZ (22) baru dilakukan setelah dirinya melahirkan.

“Hukuman ini jangan tertawai mereka, jangan ejek mereka, mereka harus di bimbing agar tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, ini tugas masyarakat, hari ini mereka di hukum karena khilaf,” sebut Zainal Arifin.

Zainal Arifin juga mengatakan, hukuman cambuk tersebut juga harus menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak melanggar aturan yang ada termasuk aturan syariat islam. “Kedepan agar tidak ada lagi masyarakat Banda Aceh yang melakukan pelanggaran,” ujar Zainal Arifin.[HARIANACEH.co.id/irsyad]

loading...