HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

5 Konferensi Pers Manajer Paling Menarik di Sepak Bola

1

HARIANACEH.co.id — Konferensi pers jelang atau pasca laga sepakbola selalu menarik untuk disimak. Di sini, manajer terkadang kelepasan untuk berbuat sesuatu hal kontroversial. Dari kutipan ikonik, sampai tingkah nyeleneh.

Dunia sepakbola tak pernah habis akan kontroversi. Mulai dari drama di atas lapangan, hingga perang urat syaraf dan tingkah unik manajer. Beberapa pelatih menggunakan momen konferensi pers untuk mendeklarasikan julukannya – betapa percaya dirinya dia. Sementara yang lainnya menggunakan kesempatan itu untuk meluapkan amarah. Simak baik-baik kata-kata mereka dan putar videonya.

Juergen Klopp: The Special One? Saya The Normal One

Datang ke Liverpool dengan status finalis Liga Champions dan dua kali jawara Bundesliga bersama Borussia Dortmund, Juergen Klopp langsung diberondong pertanyaan terkait dirinya, tepat saat konferensi pers pertama sejak menginjakkan kaki di Anfield.

Hingga muncul pertanyaan terkait julukannya, merujuk pada Mourinho yang langsung menyebut diri sendiri sebagai The Special One. Dan jawaban Klopp sungguh rendah hati dan tanpa tekanan. “Saya tak ingin mendeskripsikan diri sendiri. Apakah orang-orang di ruangan ini memikirkan itu? Saya adalah pria yang normal. Saya adalah The Normal One.”

 

Rafael Benitez: Hanya Tuan Ferguson yang…

Perburuan gelar Premier League 2008/09 antara Liverpool dan Manchester United semakin memanas seiring pernyataan yang diungkap Rafael Benitez. Pada Januari 2009, di sebuah hari yang tenang di Anfield, pria asal Spanyol itu menuduh adanya konspirasi wasit Premier League dengan manajer Man. United, Sir Alex Ferguson.

“Saya ingin berbicara tentang beberapa fakta. Dia adalah satu-satunya manajer di liga yang tak bisa dihukum karena suatu masalah. Semua manajer juga tahu bahwa hanya Tuan Ferguson yang bisa bicara soal jadwal pertandingan, wasit, dan tak ada yang terjadi setelahnya.” Ouch…

 

José Mourinho: I’m The Special One

Ini adalah salah satu konferensi pers paling diingat sekaligus paling narsistik dalam dunia sepakbola. Bagaimana tidak, seorang manajer yang baru diangkat dari negeri seberang, langsung mendeklarasikan dirinya sebagai yang paling istimewa. Memang ia punya apa?

“Kami punya pemain top dan maaf kalau saya arogan, tapi kami punya manajer top. Tolong jangan sebut saya arogan, tapi saya adalah juara Eropa dan saya pikir saya adalah The Special One (seorang yang spesial).” Masing-masing tiga gelar Premier League dan Piala Liga serta satu trofi Piala FA akhirnya buat orang mau tidak mau mengakui, bahwa Jose Mourinho adalah The Special One – meski akhirnya dua kali didepak Chelsea.

 

Sir Alex Ferguson: Football… bloody hell!

Sir Alex Ferguson memang dikenal sebagai manajer yang sering melakukan hal kontroversial pada sesi konferensi pers. Namun, satu yang paling ikonik terjadi usai Manchester United menang di final Liga Champions 1999 dengan cara paling dramatis.

Saat diwawancarai usai laga, Fergie, hanya mengucapkan satu kalimat yang akhirnya identik dengan namanya: “Football, bloody hell!” Bahkan saat juara lagi pun, Fergie tak pernah sesemringah itu.

 

Pep Guardiola: dia adalah f*****g boss

Pep Guardiola yang biasanya sangat tenang dan santai dalam berekspresi di ruang konferensi pers, mendadak meledak. Hal ini terjadi jelang duelnya dengan Jose Mourinho pada semifinal Liga Champions 2011 antara Barcelona versus Real Madrid.

“Karena Senor Mourinho memanggil saya dengan Pep, saya juga akan menyebutnya Jose. Besok kami akan bertemu di lapangan. Di luar, dia menang, sepanjang musim. Mari berikan dia sebuah laga Liga Champions yang bisa dinikmati dan dibawa pulang. Namun di ruang konferensi pers, dia adalah f*****g boss dan seseorang yang tahu segalanya.”

loading...