Foto bersama Advokat Indonesia (KAI) saat setelah prosesi pelantikan 28 Advokat di Grand Arabia Hotel, Selasa (18/10)
Foto bersama Advokat Indonesia (KAI) saat setelah prosesi pelantikan 28 Advokat di Grand Arabia Hotel, Selasa (18/10). (FOTO: Dok. Dadi Meradi/KAI Aceh)

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Sebanyak 28 advokat dilantik sebagai anggota KAI dalam acara pelantikan Kongres Advokasi Indonesia (KAI) di Grand Arabia Hotel, Selasa (18/10) tadi pagi.

Pelantikan dibuka langsung dan diambil sumpahnya oleh Pengadilan Tinggi Aceh, H. Chaider, SH, MH dan turut juga dihadiri beberapa perwakilan dari Gubernur, Pangdam Iskandar Muda, Polda Aceh, Ombudsman serta Wali Kota tingkat satu dan tingkat dua dan Sekjen KAI Pusat.

Sekretaris dewan perwakilan Kongres Advokat Indonesia bapak Ridwan Hadi bersama sekjen KAI pusat menerima piagam kehormatan dari Ketua Pengadilan Tinggi Aceh H. Chaider, SH.MH.
Sekretaris dewan perwakilan Kongres Advokat Indonesia bapak Ridwan Hadi bersama sekjen KAI pusat menerima piagam kehormatan dari Ketua Pengadilan Tinggi Aceh H. Chaider, SH.MH. (FOTO: Dok. Dadi Meradi/KAI Aceh)

Dari pantauan langsung HARIANACEH.co.id, Ketua Pengadilan Tinggi Aceh H. Chaider, SH, MH mengatakan, “Semua anggota yang telah dilantik, berpegang teguhlah pada tanggung jawab dan wajib membela kebenaran dalam berbagai permasalahan hukum yang terjadi, terutama kepada masyarakat.”

Baca Juga:  JK: Kasus Oknum Babinsa Harus Diusut Tuntas

28 anggota advokat yang telah dilantik akan berprofesi sebagai pengacara dan membantu dalam kebijakan hukum yang berlaku sesuai dengan undang-undang nomor 18 tahun 2003 tentang profesi advokat, seperti yang sampaikan Sekretaris DPD KAI Aceh, Ridwan Hadi, “Hari ini, undang-undang advokat telah menempatkan advokat sebagai salah satu penegak hukum, oleh karena itu advokat tidak hanya membela kebenaran dan tidak pula hanya mencari solusi, mengayomi masyarakat dalam rangka mencari keadilan, tetapi advokat juga harus berperan untuk menegakkan hukum,” tegasnya.

Terutama di Aceh, Ridwan Hadi memberikan harapan, ia ingin agar hukum di Aceh ini bisa tegak bersama dengan para-para advokat-advokat pejuang yang tergabung dalam KAI. Ridwan Hadi juga mengatakan, jika ada advokat yang melanggar akan dipecat sesuai dengan kode etik yang berlaku. “Jika ada anggota advokat yang melanggar hukum, kita akan segera laporkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan jika ada yang melanggar kode etik kita akan segera pecat.” jelasnya lagi.

Baca Juga:  UU Pilkada Tetap Uji Materikan Pengacara O.C. Kaligis

Tujuan terbentuknya Kongres Advokat Indonesia (KAI) adalah untuk mewujudkan prinsip-prinsip negara hukum, menegakkan supremasi hukum, hak asasi manusia, kebenaran dan keadilan serta meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.[]

Editor: Saifullah Hayati Nur

loading...