Topi seragam kepolisian Tiongkok
Topi seragam kepolisian Tiongkok. (Foto: AFP/LIU JIN)

HARIANACEH.co.id, BEIJING — Tiongkok memenjarakan seorang polisi senior selama 18 tahun dengan dakwaan korupsi dan kepemilikan senjata api secara ilegal. Polisi itu memimpin penyelidikan yang mengakibatkan seorang remaja dieksekusi mati atas pembunuhan yang tidak dilakukannya.

Pada 2014, secara anumerta status terdakwa Huugjilt dicabut oleh pengadilan Tiongkok. Huugjilt adalah seorang etnis Mongol yang dieksekusi atas tuduhan memperkosa dan membunuh seorang wanita di toilet umum. Kesalahan peradilan berujung kematian memicu kemarahan publik di Negeri Tirai Bambu.

Banyak etnis Mongol di Tiongkok hanya memiliki nama tunggal.

Seperti disitat Reuters, Selasa (18/10/2016), seorang pria lain terbukti bersalah dan dihukum mati atas kejahatan yang dituduhkan ke Huugjilt.

Baca Juga:  Bocah 5 Tahun Tewas setelah Seekor Ikan Besar Melompat ke Kapal

Pada Februari, media pemerintah Tiongkok mengatakan 27 orang telah dihukum karena memberikan putusan keliru. Kebanyakan dari mereka menerima hukuman administratif.

Namun Feng Zhiming, mantan wakil kepala polisi di Hohhot, ibukota Pedalaman Mongolia, dan kepala investigasi yang menyebabkan eksekusi Huugjilt, dikenai sanksi pidana.

Pengadilan di kota Pedalaman Mongolia Hulunbuir menemukan bukti Feng bersalah karena menerima suap 3,9 juta yuan, terlibat dalam spekulasi real estate, dan kepemilikan ilegal empat pucuk senjata api.

Kasus Huugjilt tidak disebutkan secara langsung oleh pengadilan tersebut. Kerabat Feng maupun pengacaranya belum dapat dimintai komentar.

loading...