HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bentrokan Masih Terus Terjadi Meski Jeda Kemanusiaan di Aleppo Dimulai

7

HARIANACEH.co.id, ALEPPO – Jeda kemanusiaan mulai diberlakukan di wilayah pemberontak di kota Aleppo, Suriah, Kamis (20/10/2016). Namun bentrokan masih terjadi di sebuah rute evakuasi warga sipil.

Pasukan Suriah mengaku telah membuka delapan koridor untuk warga sipil yang ingin meninggalkan Aleppo. Namun menurut koresponden AFP, pertempuran meletus di salah satu rute tersebut.

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, menuding “grup teroris” sebagai pemicu bentrokan.

Lebih dari 250 ribu warga sipil terperangkap di timur Aleppo yang dikuasai pemberontak. Mereka terus digempur serangan udara Suriah dan sekutunya Rusia sejak pertengahan Juli.

Rusia mengatakan jeda kemanusiaan di Aleppo akan berlangsung delapan jam dan dapat diperpanjang. Pasukan Suriah menyebut gencatan senjata semnetara bisa bertahan hingga tiga hari.

Suriah dan Rusia telah menghentikan aktivitas pesawat tempurnya di Aleppo sejak Selasa 18 Oktober. Sejumlah warga yang diwawancarai AFP mengaku ingin segera pergi dari Aleppo. Namun mereka menginginkan adanya jaminan rute evakuasi mereka aman dari serangan.

“Meski saya ingin pergi karena kehidupan di sini memburuk, saya tidak ingin membahayakan nyawa saya dan keluarga,” ungkap Mohamed Shayah, seorang ayah empat anak.

Sementara itu Persatuan Bangsa-Bangsa mengatakan durasi jeda kemanusiaan di Aleppo terlalu pendek untuk menyalurkan bantuan.

Menurut Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura, durasi jeda yang disepakati saat ini hanya cukup untuk mengevakuasi 200 korban luka.

Jumlah korban jiwa dan luka di Aleppo telah memicu kritik internasional terhadap Suriah dan Rusia. Kedua negara tersebut dituding telah melakukan kejahatan perang. Suriah dan Rusia membantahnya, dan menyebut hanya fokus menghantam pemberontak dan grup teroris.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat