HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Diabetes Dapat Menyebabkan Risiko Kebutaan

8

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH – Penderita diabetes melitus kerap dihantui ancaman komplikasi penyakit. Tak hanya berisiko terserang stroke, jantung, ginjal dan hipertensi, diabetes dapat menyebabkan risiko kebutaan.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI 2013. Sekira 6,9 persen atau 12,2 juta penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas mengidap diabetes melitus. Sekira 20-25 persen di antara total pasien diabetes kemungkinan akan menderita retinopati diabetika dan dapat berkembang menjadi Diabetik Makular Ederma (DME), atau lebih ringkas disebut kerusakan pada mata yang mengakibatkan kebutaan.

Penyebab utama retinopati diabetik adalah tingginya kadar gula dalam darah, tekanan darah hingga kolesterol. Ini merupakan gejala komplikasi pada pembuluh darah mikro retina berkelanjutan yang akhirnya mengancam tingkat ketajaman indera penglihatan.

“Hiperglikemia atau gula darah terlalu tinggi dampaknya bisa kemana-mana, terutama pada mata. Akibat gula darah terlalu tinggi maka menyebabkan peradangan, terdapat kerusakan pembuluh darah kecil, kebocoran darah dan lemak di makula, pembengkakkan dan akhirnya merusak mata menjadi penyebab kebutaan,” ucap dokter spesialis mata, Dr. Elvioza, SpM, dalam Diskusi Media : Diabetik Makular Ederma (DME) bersama Bayer di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Gejala awal dari kondisi ini adalah menurunnya kualitas penglihatan. Seperti ketika melihat warna jadi kurang jelas karena sensitifitas mata terhadap warna berkurang. Lalu penglihatan kabur atau kurang fokus, terdapat titik hitam atau bahkan bercak gelap hingga melihat garis lurus seakan miring bahkan melengkung.

“Bila sudah ada kelainan pada makula mata. Maka hal tersebut dapat mengganggu dan memengaruhi aktivitas sehari-hari. Bahkan parahnya lagi menyebabkan kebutaan,” papar dokter spesialis mata lainnya, Rumita S. Kadarisman, SpM.

Untuk meminimalisir risiko kebutaan, sudah seharusnya penderita diabetes melakukan deteksi dini agar segera ditangani secara tepat.

“Kebanyakan penderita diabetes hanya periksa komplikasi penyakit lain, seperti ginjal, jantung dan hipertensi. Tapi banyak yang lupa kalau diabetes juga bisa menyebabkan kebutaan. Periksa kondisi mata ketika mengalami penurunan kualitas penglihatan adalah satu cara tepat menghindari risiko kebutaan pada diabetesi,” tutup Dr Rumita.

loading...