HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Foto ‘Orangutan Kalimantan’ Raih Penghargaan Kompetisi Foto Wildlife Photographer of the Year

26

HARIANACEH.co.id – Sebuah foto orangutan yang tengah memanjat pohon untuk mengambil buah ara meraih penghargaan tertinggi dalam kompetisi foto Wildlife Photographer of the Year (WPY) 2016.

Tim Laman, fotografer asal Amerika Serikat menangkap adegan tersebut dengan menggunakan kamera remote yang ditempatkan di kanopi hutan hujan Taman Nasional Gunung Palung di Kalimantan, Indonesia.

Tentu saja, para ilmuwan dan wartawan foto harus memanjat terlebih dahulu untuk menempatkan peralatannya dan keberanian ini diganjar dengan penghargaan.

“Ini sebuah foto yang sulit,” komentar ketua juri kompetisi, Lewis Blackwell. “Foto yang memenangkan kompetisi Wildlife Photographer of the Year adalahsebuah foto yang memiliki tingkat kesulitan teknis yang tinggi, dan foto Tim memenuhi persyaratan itu.”

Tim Laman menyerahkan enam foto kategori WPY dan ia memenangkan salah satunya. Hasil jepretannya menggambarkan orangutan Asia yang terancam kehilangan habitat.

Tahun lalu, dampak El Nino menyebabkan kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra, Indonesia. Para konservasionis harus berjuang menyelamatkan sejumlah orangutan yang berada dalam bahaya dan yang kehilangan induknya.

Foto berjudul “Entwined Lives“, yang diambil dengan GoPro ini mendapat pujian dan terpilih sebagai pemenang WPY.

Gideon Knight, remaja Inggris berumur 16 tahun memenangkan kompetisi WPY untuk kategori junior. (Gideon Knight)
Gideon Knight, remaja Inggris berumur 16 tahun memenangkan kompetisi WPY untuk kategori junior. (Gideon Knight)

Tahun ini penghargaan untuk kategori junior dimenangkan oleh remaja dari Inggris, Gideon Knight, 16 tahun. Fotonya, yang diambil di Taman Valentine, London, menunjukkan seekor burung gagak yang bertengger di pohon dengan latar belakang bulan.

“Ini bukan subjek asing, tapi foto itu punya kesegaran dan estetika sangat menyenangkan,” kata Blackwell kepada BBC.

“Saya tidak tahu apakah Gideon sudah pernah mempelajari sejarah seni, tapi intuisi komposisi dan referensi artistiknya tergolong hebat untuk seseorang yang masih begitu muda.”

Foto berjudul "The Alley Cat" ini diambil oleh peserta kompetisi asal India. (Nayan Khalnokar)
Foto berjudul “The Alley Cat” ini diambil oleh peserta kompetisi asal India. (Nayan Khalnokar)

Nayan Khanolkar dari India memenangkan foto untuk kategori perkotaan. Foto yang berjudul “The Alley Cat” itu dipotret Nayan di pinggiran kota Mumbai yang berbatasan Taman Nasional Sanjay Gandhi.

Macan-macan tutul itu seringkali merayap melewati jalan-jalan pada malam hari, yang dapat menimbulkan konflik dengan manusia.

Nayan menghabiskan waktu selama empat bulan untuk memotret macan itu denganflash halus agar cahayanya tidak mendominasi suasana gang.

Foto Gideon, yang berjudul “The Moon dan Crow”, adalah perspektif lain dari satwa liar yang ada di kota-kota kita dan kota-kota besar lainnya. Dan sekarang ini, menangkap aktivitas hewan di perkotaan adalah tren yang sangat nyata dalam kompetisi WPY, kata juri WPY.

“Saya rasa ini merupakan indikasi bahwa semakin banyak dari kita yang hidup di kota-kota besar. Dan kita bisa melihat semakin banyak orang yang tertarik untuk meliput apa peran kehidupan alam dan bagaimana kita hidup berdampingan dengan spesies. ”

Peserta asal Spanyol mengambil foto kilang minyak saat badai mendekati kawasan tersebut. (Jess Gonzlez Ahumada)
Peserta asal Spanyol mengambil foto kilang minyak saat badai mendekati kawasan tersebut. (Jess Gonzlez Ahumada)

Foto berikutnya berlatar belakang sebuah industri di Spanyol. Kilang minyak berisik, tercemar dan terus menerus disinari lampu sorot, tapi lihatlah dari dekat, Anda bisa melihat burung bangau putih yang berdiri di sarangnya di atas tower kilang minyak yang menjulang.

Anda juga bisa melihat ada sarang kedua di bagian kiri bawah frame. Foto ini dipotret oleh Juan Jesús González Ahumada saat badai mendekati kilang.

Butuh berminggu-minggu bagi peserta WPY, Sam Hobson menjepret rubah ini. (Sam Hobson)
Butuh berminggu-minggu bagi peserta WPY, Sam Hobson menjepret rubah ini. (Sam Hobson)

Rubah adalah subyek klasik untuk sebuah foto satwa liar di perkotaan. Sam Hobson mengambil foto ini di Bristol, UK. Butuh berminggu-minggu untuk mengintai dan menemukan lokasi yang tepat untuk mendapat kepercayaan dari keluarga rubah yang akhirnya menerimanya dan mendekatinya. Hewan ini suka duduk di dinding pada malam hari.

Wildlife Photographer of the Year didirikan pada tahun 1965 oleh Wildlife Magazine BBC. Saat itu, kompetisi ini dibatasi hanya untuk foto-foto hewan, tapi kemudian diperluas cakupannya untuk kategori yang lebih luas, termasuk pemandangan. Musium Natural History di London akan menjadi tuan rumah pameran foto para pemenang.

(Angel Fitor)
(Angel Fitor)

Angel Fitor, peserta kompetisi asal Spanyol menyebut karyanya ini “Cahaya Sekarat”. Foto yang memenangkan kategori Invertebrata ini menunjukkan ubur-ubur di laguna pantai dangkal di Mar Menor sebelah tenggara Spanyol.

Ia membutuhkan tiga tahun persiapan untuk memotret ubur-ubur ini.

(Valter Binoto)
(Valter Binoto)

Foto bunga hazel catkins karya Valter Binotto di Italia utara memenangkan kompetisi WPY kategori Tanaman.

Hazel memiliki bunga jantan dan betina pada pohon yang sama, meskipun serbuk sari harus ditransfer antara pohon-pohon untuk pembuahan. Setiap pohon catkin terdiri rata-rata 240 bunga jantan, sedangkan bunga betina adalah struktur tunas-seperti kecil dengan stigma merah berumbai.

Foto penyelundupan trenggiling hasil jepretan Paul Hilton. (Paul Hilton)
Foto penyelundupan trenggiling hasil jepretan Paul Hilton. (Paul Hilton)

Gambar trenggiling yang diambil Paul Hilton ini membuat kita terkejut, foto bertajuk “The Pangolin Pit,” memenangkan Wildlife Photojournalist Award untuk kategoriSingle Image.

Sebanyak 4.000 trenggiling beku ini disita saat akan diselundupkan dari Belawan di Sumatera ke pasar-pasar Cina dan Vietnam.[]

Komentar
Sedang Loading...
Memuat