HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Hidup Sehat Pada Usia Dua Puluhan Dengan Strategi Simpel Ini

6

HARIANACEH.co.id – Pada usia 20-an seseorang biasanya mengalami transformasi dari remaja menjadi dewasa muda. Meski tak luput dari kesalahan, akan lebih baik jika Anda menjadikannya sebagai pelajaran. Itu mengapa usia 20-an jadi saat yang tepat untuk menyetop kebiasaan buruk dan memulai hidup yang lebih sehat.

“Semakin tua, semakin seseorang terjebak dalam cara hidup lama, mengadopsi kebiasaan baru jadi lebih sulit. Namun jika Anda membangun landasan yang kokoh di usia 20-an, menjaga kesehatan rasanya seperti sesuatu yang alami bagi Anda,” kata Marci Clow, MS, RD dilansir Bustle.

Riset di Northwestern University pun mendukung pernyataan Clow. Menjadi sehat di usia 20-an membuahkan hasil risiko penyakit jantung yang lebih rendah saat Anda paruh baya.

Sulit memang, karena di usia 20-an, seseorang biasanya sedang meniti jalan menuju masa prima. Baik dalam hal relasi, pendidikan, juga karier. Karenanya mengalihkan fokus pada kesehatan bukan hal mudah.

Waktu untuk memperhatikan asupan, apalagi olahraga, sangat minim. Mereka sibuk berhadapan dengan tekanan di kantor, tantangan dalam hubungan, dan lain sebagainya.

The New York Times menggandeng delapan pakar untuk memberikan strategi simpel menuju hidup sehat, seperti disarikan berikut.

1. Hidup aktif.

Hidup aktif. (vemale.com)
Hidup aktif. (vemale.com)

Luangkan waktu sekitar 20 sampai 30 menit saja setiap hari untuk beraktivitas fisik. Jalan kaki, naik sepeda, lari, apapun pilihannya selama fisik aktif. – Walter Willet, ketua departemen nutrisi di Harvard School for Public Health.

2. Cintai pekerjaan.

Cintai pekerjaan. (edifahrizal.com)
Cintai pekerjaan. (edifahrizal.com)

Menurut riset Ohio State University, pekerjaan di usia 20-an dapatmemengaruhi kesehatan mental seseorang saat ia menginjak usia paruh baya. Karena itu, carilah pekerjaan yang Anda cintai.

Semangat itu dapat memotivasi, memberi makna dalam hidup dan meningkatkan harapan di masa yang akan datang. Jika sudah demikian, Anda jadi lebih memikirkan kesehatan jangka panjang. – Hui Zheng, profesor sosiologi, kesehatan populasi, Ohio State University.

3. Makan sayur.

Makan sayur. (bintang.com)
Makan sayur. (bintang.com)

Nutrisi adalah persoalan rumit. Daripada berdebat tanpa jelas ujung pangkalnya, pahami saja dasarnya. Perbanyak makanan yang berasal dari tanaman, kurangi makanan tak sehat, tetap aktif. Triknya adalah menikmati makan, namun jangan terlalu banyak dan terlalu sering. – Marion Nestle, profesor nutrisi, ilmu makanan dan kesehatan umum di new York University.

4. Kontrol porsi makan.

Kontrol porsi makan. (Getty Images/Women's Day)
Kontrol porsi makan. (Getty Images/Women’s Day)

Tak perlu menghilangkan satu jenis makanan tertentu, namun praktikkan kontrol porsi. Sayur dan buah bisa Anda makan dalam porsi lebih besar. Namun kurangi porsi makanan manis, olahan, dan alkohol. Jadikan tangan Anda sebagai alat pengukur porsi saat makan. – Lisa R. Young, guru besar nutrisi di New York University.

5. Kurangi gula.

Kurangi kadar gula. (aktual.com)
Kurangi kadar gula. (aktual.com)

Cara paling mudah adalah setop minuman bersoda, makan sereal dengan tambahan gula, dan menambahkan gula ke dalam masakan. Asupan gula berlebih terbukti berhubungan dengan obesitas dan diabetes.

Keduanya berkontribusi pada penyakit jantung. Gula adalah kalori kosong yang tak mengandung nutrisi penting dalam diet seimbang. – Steven E. Nissen, ketua ilmu kedokteran kardiovaskular di Cleveland Clinic Foundation.

6. Belajar masak.

Belajar masak. (kemanaajaboleeh.com)
Belajar masak. (kemanaajaboleeh.com)

Selain lebih hemat, Anda bisa makan lebih sehat. Alihkan fokus pada cara menambahkan variasi makanan lebih sedap untuk menambah asupan sayur dan buah serta bahan-bahan makanan kaya nutrisi lain. Selagi bereksperiman dengan bumbu dan rempah, juga teknik masak baru, secara tak langsung Anda mulai mengurangi asupan lemak tak sehat, gula dan garam dalam makanan cepat saji.

Ingat bahwa tujuan Anda mengembangkan pola makan bernutrisi yang berkelanjutan yang tidak hanya membuat Anda sehat tapi juga menjaga berat badan. – Barbara J. Rolls, profesor dan Guthrie Chair of Nutritional Sciences di Penn State.

7. Olahraga rutin.

Olahraga rutin. (sayamausehat.com)
Olahraga rutin. (sayamausehat.com)

Jika Anda kerap mengudap atau minum alkohol, pastikan olahraga mampu mengimbangi semuanya. – Bary Popkin, profesor nutrisi global di University of North Carolina di Chapel Hill.

8. Timbang berat badan secara rutin.

Timbang berat badan secara rutin. (bhinneka.com)
Timbang berat badan secara rutin. (bhinneka.com)

Mengurangi beberapa kilogram berat badan lebih mudah dari menghilangkan puluhan kilogram. Jadi, lebih baik Anda menjaganya. – Susan Robert, profesor nutrisi di Tufts University.

loading...