HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Mantan Wapres Kongo Ini Dihukum Pengadilan Internasional Karena Suap Saksi

3

HARIANACEH.co.id, Den Haag – Mantan Wakil Presiden Kongo Jean-Pierre Bemba dinyatakan bersalah oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) lantaran menyuap para saksi dalam kasus korupsi Bemba dan empat anggota tim kuasa hukumnya dinyatakan bersalah karena mencoba memutarbalikkan fakta.

Upaya Bemba memengaruhi persidangan gagal. Awal tahun ini, ia sudah dipenjara selama 18 tahun atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengadilan mengatakan, 14 saksi kunci telah dipersiapkan Bemba sebelum bersaksi. Bemba dan timnya memakai ponsel rahasia dan sebuah kode buat mengajarkan para saksi yang dibayar dengan uang tunai.

“Tidak ada sistem hukum di dunia ini yang dapat menerima adanya suap terhadap saksi, meminta saksi berbohong atau mempersiapkannya untuk mengucapkan kata-kata tertentu,” kata Hakim Bertram Schmitt saat menjatuhkan putusan.

“Penghakiman hari ini mengirimkan pesan jelas bahwa pengadilan tidak mengizinkan adanya gangguan terhadap proses hukum,” lapor Reuters seperti disitir Independent, Kamis (20/10/2016).

Turut dinyatakan bersalah adalah politisi Kongo Fidele Babala; pengacara Bemba, Aime Kilolo; manajer kasus hukumnya, Jean-Jacques Mangenda; dan Narcisse Arido, saksi yang membela Bemba. Mereka terancam dijatuhi hukuman hingga lima tahun dan denda atau keduanya.

Sebelumnya, putusan kasus HAM Bemba telah menjadi vonis pertama ICC yang menganggap pemerkosaan sebagai alat peperangan.

Tiga hakim menyatakan Bemba bertanggung jawab sebagai komandan militer atas kejahatan perang yang dilakukan Gerakan Pembebasan Kongo (MLC), yang berjuang membalikkan kudeta terhadap presiden di Republik Afrika Tengah, Ange Felix Patasse.

Para hakim memutuskan Bemba bisa mengakhiri perkosaan massal dan pembunuhan di sana, namun ia membiarkannya.

loading...