HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Operasi Merebut Mosul dari ISIS Diikuti Pasukan Elite Irak

24

HARIANACEH.co.id, MOSUL – Pasukan khusus Irak bergabung dalam pertempuran merebut kembali Mosul, kota kedua terbesar di negara tersebut, Kamis (20/10). Mereka mulai bergabung dengan melancarkan serangan fajar ke kota terdekat yang diduduki oleh kelompok Islamic State (ISIS). Serangan ini bagian penting dari penyerbuan multi-cabang di sisi timur ke Mosul.

Tambahan pasukan elite, yang juga dikenal sebagai pasukan kontraterorisme, menandai kemajuan penting dalam perang merebut Mosul. Terjunnya pasukan khusus terjadi hanya sehari setelah seorang jenderal Amerika Serikat (AS) mengatakan, para pemimpin ISIS mulai mengungsi dari Mosul.

Mayjen Maan al-Saadi mengatakan pasukan elite telah maju ke kota Bartella dengan bantuan serangan udara koalisi pimpinan AS dan artileri berat pada hari keempat operasi besar-besaran. “Insya Allah, kami akan mengambil kota itu hari ini,” katanya seperti dilansir Guardian.

Pasukan khusus diharapkan memimpin jalan ke Mosul. Mereka akan menghadapi perlawanan sengit di lansekap perkotaan, di mana militan ISIS sedang mempersiapkan pertempuran habis-habisan. Serangan ini merupakan operasi terbesar yang diluncurkan pasukan Irak sejak invasi pimpinan AS pada 2003. Operasi diperkirakan memakan waktu berminggu-minggu, atau mungkin berbulan-bulan.

Pasukan Kurdi, atau Peshmerga, yang juga mengambil bagian dalam serangan, mengumumkan “operasi skala besar” ke utara dan timur laut dari Mosul.

“Operasi akan berlangsung di tiga garis depan,” kata komandan Peshmerga dalam sebuah pernyataan, setelah kemenangan mereka baru-baru ini di sebelah timur Mosul dan pasukan keamanan Irak di selatan.

Pasukan Irak berada sekitar 30 km dari Mosul
Pasukan Irak berada sekitar 30 km dari Mosul. (Foto: AFP)

Peshmerga Bergerak ke Garis Depan

Pasukan Peshmerga yang bersiaga di kawasan pegunungan di timur laut Mosul turun dari posisi mereka dan bergerak menuju garis depan. Mereka menggunakan buldoser dan alat berat lainnya untuk menyumpal parit, lalu memindahkan kendaraan lapis baja menerobos maju. Mobilisasi dilakukan sekitar satu jam mereka menembak dan menghujamkan mortir ke posisi ISIS di desa Barima.

Operasi militer juga terlihat di kota Bashiqa, sebelah timur laut dari Mosul. Asap tebal terlihat berkepul dari kota itu.

Sehari sebelumnya, Bashiqa dihujani serangan udara dan tembakan mortir dari posisi Peshmerga Kurdi yang tinggi di pegunungan.

Pergerakan ke Mosul dijalankan melalui pedesaan yang sebagian besar ditinggalkan penduduk, di mana militan ISIS telah menanam bom pinggir jalan dan berbagai jebakan lainnya. Bartella, sebuah kota tradisional Nasrani, yang jatuh ke tangan ISIS dua tahun lalu, diyakini sudah kosong dari warga sipil.

ISIS mencaplok Mosul dalam serbuan kilat di Irak utara pada 2014. Pemimpin kelompok teroris itu, Abu Bakr al-Baghdadi, mengumumkan pembentukan kekhalifahan gadungan dari mimbar masjid Mosul. Mosul adalah kota terbesar yang dikuasai oleh kelompok ekstremis dan benteng terakhir kota besar di Irak.

ISIS Melarikan Diri

Tank pasukan Irak
Tank pasukan Irak. (Foto: AFP)

Pada Rabu, Mayjen Gary Volesky, komandan Divisi Lintas Udara 101, bertanggung jawab atas angkatan darat yang terlibat dalam operasi kontra-ISIS, mengatakan ada tanda-tanda bahwa para pemimpin ISIS di kota itu mulai melarikan diri. “Kami telah melihat pergerakan keluar dari Mosul,” katanya, berbicara kepada Pentagon dari Irak.

“Kami memiliki indikasi bahwa para pemimpin ISIS telah pergi. Banyak pejuang asing yang kami duga masih tinggal namun sepertinya mereka tidak mampu menyelinap diam-diam semudah beberapa para pejuang lokal atau pemimpin lokal, jadi kami kira akan ada perlawanan,” tukas Volesky.

Pasukan khusus Irak yang dilatih AS dipandang jauh lebih mampu dari personel pasukan utama yang takluk saat ISIS menyerbu pada 2014. Mereka telah memainkan peran utama dalam membebaskan beberapa kampung dan kota-kota sepanjang tahun lalu, termasuk Ramadi dan Fallujah, di barat provinsi Anbar.

Lebih dari 25.000 pasukan, termasuk tentara Irak, Peshmerga, pejuang suku Sunni, dan milisi Syiah ambil bagian dalam serangan Mosul yang dimulai pada Senin 17 Oktober.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat