HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Saat Debat Terakhir Tak Ada Jabat Tangan Antara Trump dan Clinton

3

HARIANACEH.co.id, LAS VEGAS – Debat Capres Amerika Serikat (AS) sudah berakhir. Dalam terakhir yang berlangsung di Las Vegas ini, kejadian menarik terjadi dimana kedua capres tidak berjabat tangan sama sekali.

Baik Hillary Clinton dan Donald Trump,-yang bertarung ketat dalam Pilpres 2016,- tidak berjabat tangan baik di awal ataupun akhir debat. Di hadapan jutaan penonton, keduanya terlihat tidak saling mendekati.

20 hari lagi menuju pemungutan suara, kedua kandidat naik ke podium dengan wajah tidak tersenyum. Ketika Chris Wallace dari Fox News mengajukan pertanyaan pertama, perang argumen pun dimulai.

Hillary Clinton usai debat ketiga di Las Vegas
Hillary Clinton usai debat ketiga di Las Vegas (Foto: AFP)

Hillary dan Trump harus menjawab dan memberikan tanggapan mengenai berbagai isu. Topik yang dimaksud di antaranya utang dan kewajiban, imigrasi, ekonomi, mahkamah agung, isu internasional dan pantas atau tidaknya keduanya menjadi calon presiden.

Mantan Menlu AS itu juga mengkritik Kongres yang saat ini dikendalikan oleh Partai Republik. Menurutnya, Kongres telah memblokir upaya Presiden Barack Obama untuk menyerahkan nama yang akan dicalonkan sebagai Ketua Mahkamah Agung AS. Hillary mendukung hak dari perempuan yang ingin melakukan aborsi.

“Saya akan membela hak perempuan untuk mengambil keputusan demi kesehatannya sendiri. Negara ini sudah melangkah jauh, jadi tak mungkin untuk balik arah,” tegas Clinton.

Kedua capres pun berdebat dengan ketat. Beberapa isu yang menjadi perhatian adalah isu email Hillary yang diungkap kembali oleh Trump. Sementara ucapan cabul Trump terhadap perempuan, turut menghiasi debat di University of Nevada itu.

Namun yang menjadi perhatian besar dari debat terakhir tersebut adalah ucapan Trump yang dianggap tidak berkomitmen untuk menerima apapun hasil Pilpres AS.

Donald Trump beberapa kali menyebutkan Pilpres AS saat ini dicurangi. Trump pun tetap tidak menjelaskan apakah dirinya akan menerima hasil pilpres jika kalah.

Dalam tanggapannya, Trump menilai bahwa ada jutaan warga yang seharusnya tidak diperbolehkan memilih. Selain itu, pengusaha berusia 70 tahun itu menilai Hillary Clinton tidak pantas untuk mencalonkan diri sebagai presiden.

Namun moderator Chris Wallace menyebutkan bahwa ada tradisi mengikat dalam pemilu di Amerika. Menurutnya ada tradisi transisi kekuasaan yang damai.

loading...