HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Wanita Kulit Hitam AS Ditembak Setelah Ayunkan Tongkat ke Polisi

15

HARIANACEH.co.id, NEW YORK – Kematian seorang wanita kulit hitam yang kejiwaannya terganggu menarik perhatian Wali Kota New York Bill de Blasio. “Seharusnya hal itu tidak perlu terjadi,” kata walikota.

Wanita berusia 66 tahun itu ditembak setelah mencoba menyerang seorang sersan polisi dengan menggunakan tongkat di kompleks apartemen New York.

“Cukup jelas bila petugas kami seharusnya menggunakan kekuatan mematikan hanya ketika dihadapkan dengan situasi mengerikan,” kata de Blasio kepada awak media, seperti dilansir Reuters, Kamis (20/10/2016).

“Sulit bagi kita untuk melihat apakah standar itu sudah diberlakukan di sini,” imbuhnya.

Penembakan fatal terhadap Deborah Danner semakin membuat aparat penegak hukum di seluruh AS tersudut. Polisi dinilai sebagian kalangan terlalu berlebihan dalam menggunakan senjata api, terutama terhadap kelompok minoritas dan yang mengalami gangguan mental.

“Polisi menerima panggilan darurat sekitar pukul 18:00 waktu setempat pada Selasa 18 Oktober dari seorang tetangga yang melapor Danner bertindak tidak rasional,” kata sumber di kepolisian.

Diuraikan polisi, ketika Sersan Hugh Barry memasuki apartemennya di kawasan Bronx Borough, ia menemukan Danner menggenggam gunting di kamar tidur. Barry menyuruh Danner meletakkan gunting, tapi wanita itu kemudian mengambil tongkat dan mencoba menyerang. Sersan Barry melepaskan dua tembakan yang mengenai tubuh Danner.

Dalam sebuah konferensi pers, de Blasio mengaku telah berbicara dengan Jennifer Danner, kakak sekaligus pengasuh Danner, yang menceritakan polisi pernah beberapa kali datang ke apartemen, namun tidak terjadi apa-apa.

De Blasio berkata bahwa Barry, polisi kulit putih dan sudah bertugas delapan tahun di Kepolisian Kota New York (NYPD), menerima beberapa pelatihan di bawah program baru yang mencakup teknik meredam situasi. Dikatakan de Blasio, Barry telah dipindahkan ke bagian tugas khusus.

NYPD akan menyelidiki mengapa sersan Barry tidak menggunakan Taser (senjata kejut) dalam melumpuhkan orang yang mengalami gangguan jiwa.

Komisaris Polisi James O’Neill menyebut insiden itu “menyedihkan” dan mengatakan prosedur NYPD dalam menangani orang yang terganggu secara emosional belum dijalankan dengan baik.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat