HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Dosen mu, Bukan Musuh mu

8

Oleh : Muazzinah B.Sc, MPA [1]

HARIANACEH.co.id — Melihat kritisnya mahasiswa  merupakan polemik potret pendidikan yang mahasiswa merasa dipersulit oleh dosen atau lembaga pendidikan.

Namun perlu dipahami bersama bahwa  ada juga mahasiswa yang “menyepelekan” apa yang sebenarnya tahapan-tahapan yang mesti diselesaikan  sebagai tanggung jawabnya dalam dunia perkuliahan baik itu perihal absen, tugas, midterm, bahkan ada yang tidak ikut final dan serangkaian tahapan itu tapi meminta nilai yang bagus.

Dosen dan mahasiswa sama-sama mesti menjunjung etika dalam hal apapun dan menahan diri untuk tidak membuat polemik yang besar seperti mahasiswa yang curhat di medsos untuk mendapat dukungan publik atau dosen yang hanya dikritik tapi melapor ke polisi. Karena pada dasarnya dosen dan mahasiswa sama-sama manusia yang berpotensi sangat salah atau pun keduanya sangat benar.

Bagi mahasiswa, dosen mu itu adalah “penambah muatan isi kepalamu” walau kadang cuma sedikit yang diberikan. Hargai mereka dengan cara yang wajar dan jika pun ada terjadinya ‘sentiment’, maka selesaikan secara kekeluargaan, jangan menganggap dosen mu adalah musuh mu yang perlu dipermalukan di depan publik.

Bagi dosen, komunikasi dalam mendidik dan menyelesaikan permasalahan sangat penting. Karena tugas dosen kadang justru sangat berat yang bukan saja ‘mengkuliahi’ tetapi lebih kepada mendidik.

Bagi dosen dan mahasiswa, sangat penting melihat hak dan kewajibannya. Sehingga tidak ada yang merasa bahwa dosen mempersulit ataupun mahasiswa tidak mengerjakan sebagaimana mestinya.  Apabila semua orang sudah menunaikan hak dan kewajibannya secara seimbang sesuai dengan profesinya masing-masing, tentu akan menghasilkan dampak yang positif. Begitupun dengan dosen dan mahasiswa tentu mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda, akan tetapi apabila hak dan kewajibannya dijalankan secara seimbang, tentu akan menghasilkan feedback yang  positif bagi keduanya tanpa harus ada polemik atau ketidakpuasaan salah satu pihak baik itu dosen atau mahasiswa.

Pada saat dosen menjalankan kewajibannya secara disiplin dan penuh rasa tanggung jawab, tentu akan memberikan sumbangsih yang besar untuk mahasiswa lebih semangat dalam belajar. Namun tidak adil rasanya apabila kita harus menuntut semua dosen menjalankan kewajibannya sedangkan mahasiswa melalaikan apa yang menjadi kewajiban seorang mahasiswa. Agar menghasilkan output yang maksimal, tentunya kedua unsur harus bekerjasama agar mendapatkan hasil yang diinginkan.

Tugas atau kewajiban dosen menurut UU No.14/2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1(2) menyebutkan bahwa dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Hak mahasiswa menurut pasal 109 dan 110 PP No. 60 Tahun 1999, dua diantaranya adalah memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai dengan minat, bakat, kegemaran dan kemampuan. Mendapatkan bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab atas program studi yang diikuti serta hasil belajarnya. Adapun kewajiban mahasiswa diantaranya, menghargai ilmu pengetahuan, teknologi atau kesenian. Ikut memelihara sarana dan prasarana, kebersihan, ketertiban dan keamanan perguruan tinggi.

Mahasiswa juga harus belajar berfikir lebih luas, belajar untuk mandiri dan juga cerdas memecahkan masalah serta menjadi ‘agent of change’ yang tidak memunculkan masalah walau hanya dengan dosen. Bagaimana mahasiswa mampu memberi perubahan keluar jika dengan dosen saja tidak mampu mengelola diri dalam penyelesaian masalah.

Pada sisi yang lain, yang menjadi polemik adalah bagaimana buramnya pelaksanaan dalam menjalankan hak dan kewajiban bagi dosen dan mahasiswa? Maka perlu sinergisitas semua pihak dalam memperbaiki hal tersebut. Jika hak dan kewajiban tidak dijalankan dengan baik maka akan ada dosen yang memusuhi mahasiswa atau sebaliknya mahasiswa menganggap dosennya musuh.

Mari sama-sama bijaksana dalam mengelola menyelesaikan permasalahan, dosen dan mahasiswa adalah aset bangsa dalam membebaskan keterpurukan negeri di segala lini.[]


CATATAN KAKI:
  1. Dosen FISIP UIN Arraniry
loading...
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news, updates and special offers delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time