HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Prediksi BI: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Bisa di Bawah

6

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2016 akan cenderung tidak sekuat perkiraan sebelumnya, yakni berada di kisaran 5 persen, dan mungkin sedikit di bawah angka tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung kepada media dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (20/10).

Lebih lanjut, Juda menjelaskan, hal itu disebabkan kondisi ekonomi global yang masih melemah, dengan perdagangan dunia yang turut melemah, serta pemulihannya yang dinilai masih akan berlangsung lambat dan tidak merata, mengakibatkan perbaikan ekspor riil masih tertahan, meski harga beberapa komoditas ekspor mulai membaik.

“Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan 2016 diperkirakan cenderung mendekati batas bawah kisaran 4,9-5,3 persen (yoy),” jelasnya.

Meski begitu, tingkat konsumsi terindikasi membaik, meskipun masih terbatas. Di sisi lain, perbaikan investasi swasta, khususnya nonbangunan, diperkirakan masih belum kuat, sejalan dengan kapasitas produksi terpasang yang masih cukup besar. Sementara itu, stimulus fiskal diperkirakan masih terbatas, sejalan dengan penyesuaian belanja pemerintah pada semester II-2016.

Neraca pembayaran Indonesia diperkirakan mencatat surplus yang lebih baik dengan defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Untuk keseluruhan kuartal III-2016, defisit transaksi berjalan diperkirakan berada di bawah 2 persen dari PDB terutama didukung oleh surplus neraca perdagangan sejalan dengan membaiknya harga ekspor komoditas primer dan menurunnya impor nonmigas.

“Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD2,09 miliar, meningkat dibandingkan dengan surplus kuartal II-2016 yang sebesar USD1,92 miliar,” papar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Tirta Segara.

Rupiah pun tercatat tetap stabil dengan kecenderungan menguat. Nilai tukar Rupiah pada September 2016, secara rata-rata, terapresiasi sebesar 0,41 persen dan mencapai level Rp13.110 per USD.

Tirta menjelaskan, dari sisi domestik, penguatan rupiah didukung oleh sentimen positif perekonomian domestik, seiring dengan kondisi stabilitas makro ekonomi yang terjaga dan implementasi UU Pengampunan Pajak yang berjalan dengan baik.

Dari sisi ekternal, penguatan rupiah terkait dengan meredanya risiko global, sejalan dengan meredanya sentimen terkait timing kenaikan FFR pada September 2016. Ke depan, Bank Indonesia akan tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Di samping itu, aliran masuk portfolio asing ke pasar keuangan Indonesia hingga September 2016 telah mencapai USD12,1 miliar, lebih tinggi dari aliran masuk portfolio asing untuk keseluruhan di 2015.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia akhir September 2016 tercatat sebesar USD115,7 miliar, atau setara 8,9 bulan impor atau 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

“Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor,” pungkas Tirta.

loading...