HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Uni Eropa dan Duta Besar dari Lima Negara Jenguk Gajah di Tangkahan

5

HARIANACEH.co.id, TANGKAHAN – 21 Oktober 2016, Rombongan duta besar negara-negara anggota Uni Eropa yang di pimpin langsung oleh Duta Besar H. E. Vincent Guerend mengunjungi CRU (Conservation Response Unit) di Tangkahan, Taman Nasional Gunung Leuser.

Kunjungan ini merupakan rangkaian program diplomasi dan penjangkauan publik Uni Eropa untuk Indonesia dan ASEAN. Duta Besar negara-negara anggota Uni Eropa yang turut serta antara lain Duta Besar Irlandia, Duta Besar Austria, Duta Besar Yunani, Duta Besar Italia, Duta Besar Hungaria, serta Wakil Duta Besar Belgia.

Pemilihan lokasi kunjungan di Tangkahan ini juga diinspirasi dari inisiatif Duta Besar Uni Eropa baru-baru ini untuk mengadopsi satu ekor bayi gajah betina yang diberi nama ‘Eropa’ hasil dari program konservasi gajah di kawasan ini.

Program ini adalah sebagai kontribusi mereka dalam upaya kampanye pelestarian gajah dan habitatnya serta keprihatinan terhadap tingginya angka kematian anak gajah yang disebabkan oleh EEHV (Elephant Endotheliotrophic Herpes Virus) yang rentan menyerang anak-anak gajah yang menyerang secara akut dan para ahli dunia belum menemukan cara untuk penanggulangannya. Uni Eropa juga mendukung produksi film pendidikan tentang EEHV ini yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan mendapat perhatian luas dari publik.

Para pejabat perwakilan negara Eropa ini mendapat kesempatan untuk berintegrasi secara langsung dengan 3 ekor bayi-bayi dan 7 gajah dewasa lainnya di Unit Tanggap Konservasi (CRU) Tangkahan, mereka terlihat sangat serius ketika diberikan kesempatan untuk memandikan gajah di sungai Batang Serangan yang lebih jernih yang berhulu langsung dari “jantung” Taman Nasional Gunung Leuser, tempat satu-satunya di dunia yang masih memiliki kelengkapan 4 spesies kunci yaitu badak sumatera, gajah sumatera, harimau sumatera dan orangutan sumatera.

Setelah puas memandikan gajah, para duta besar mengikuti simulasi kegiatan patroli hutan khas CRU dengan menunggang gajah menyeberangi sungai dan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. “ Ini adalah pengalaman yang sangat berharga” demikian komentar singkat duta besar seolah mengalami kesulitan mengungkapkan rasa senangnya berada di kawasan ini.

Bapak Andi Basrul kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser yang turut menyambut rombongan sebagai tuan rumah, mengungangkap rasa terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan oleh Uni Eropa sampai saat ini untuk taman nasional. Andi Basrul berharap Uni Eropa dapat melanjutkan dukungannya terhadap kegiatan konservasi keragaman hayati dan lingkungan secara umum di Taman Nasional Gunung Leuser.

Konservasi Keragaman hayati membutuhkan keterlibatan semua pihak, produk jasa lingkungan yang dihasilkan oleh Taman Nasional tidak hanya dinikmati oleh masyarakat di sekitar kawasan, akan tetapi juga oleh masyarakat di negara lain dan dunia secara umum.

Gajah Sumatera adalah satu-satunya gajah di dunia yang diberikan predikat kritis terancam punah (Critically Endangered) oleh IUCN. Status tersebut ditetapkan dengan pertimbangan penurunan populasi dan kehilangan habitat yang signifikan dalam beberapa dekade belakangan ini.

Andi Basrul mengungkapkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sedang memperbaharui dokumen strategi dan rencana aksi pemulihan spesies gajah sumatera ini, beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia direncanakan akan menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara asia yang memiliki populasi gajah Asia guna membahas isu-isu lintas batas negara dan isu-isu billateral terkait upaya pelestarian gajah.

Pada kesempatan kunjungan ini, juga dilakukan diskusi antara rombongan duta besar dengan jajaran Balai Besar TNGL, Camat Batang Serangan, CRU Tangkahan dan Lembaga Pariwisata Tangkahan.

Terhadap pertanyaan Dubes EU mengenai kekhawatiran penurunan populasi satwa kunci khususnya di kawasan TNGL, Andi Basrul menyampaikan optimismenya bahwa dengan berbagai upaya yang dilakukan BBTNGL mengatasi permasalahan illegal logging, perambahan dan perburuan liar, populasi satwa kunci di TNGL akan dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan dalam lima tahun  ke depan sesuai target dari Kementerian LHK. Dalam diskusi, Camat Batang Serangan juga menyampaikan tentang manfaat keberadaan TNGL, terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekowisata, seperti halnya yang dilakukan di Tangkahan.[HAI/Wahdi Azmi]

loading...