HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kamp Pengungsi Calais Akan Segera Dihancurkan Pemerintah Prancis

18

HARIANACEH.co.id, CALAIS – Otoritas Perancis akan mulai menghancurkan kamp pengungsi di Calais, pada Senin 24 Oktober pagi. Menjelang penghancuran, merebak kekhawatiran tentang keselamatan anak-anak dan orang dewasa rentan yang masih tinggal di sana.

Enam puluh bus disediakan untuk memindahkan 3.000 orang ke pusat-pusat pengungsian di seluruh Perancis, yang prosesnya sudah berjalan sejak Selasa dan Rabu lalu.

Ribuan selebaran didistribusikan ke seantero kamp akhir pekan ini, meminta mereka yang masih tinggal di sana untuk segera pergi.

Pembongkaran berlangsung seperti direncanakan, meskipun badan amal Inggris dan anggota parlemen memberitahu menteri dalam negeri Perancis, Bernard Cazeneuve, bahwa mereka memiliki “kekhawatiran serius” tentang keamanan dan kesejahteraan ribuan orang — termasuk sekitar 1.300 anak-anak telantar — yang tinggal di kamp.

“Kami khawatir semua pihak saat ini sedang sibuk, dan reaksi sambutan tidak cukup menjamin perlindungan yang efektif atas kelompok paling rentan, terutama anak-anak telantar,” bunyi surat yang ditandatangani Save the Children, Dewan Pengungsi dan Komite Pengungsi International Inggris serta 60 anggota parlemen dan berbagai mitra. Surat itu menyatakan kurangnya informasi yang jelas dari pihak berwenang Perancis tentang masa depan penghuni kamp.

Surat itu meminta semua anak telantar mendapat tempat layak sebelum pembongkaran dimulai, ditampung dalam “zona aman” yang akan dibuat di kamp selama pembongkaran tersebut, dan bahwa siapa pun yang berhak bergabung dengan keluarganya di Inggris sudah diidentifikasi.

Tidak Ada Kesempatan Kedua

Gereja semi-permanen di kamp pengungsi Jungle di Calais.
Gereja semi-permanen di kamp pengungsi Jungle di Calais. (Foto: AFP)

“Setelah pembongkaran dimulai, tidak ada kesempatan kedua. Kalau nantinya seorang anak telantar hilang, atau jatuh ke tangan penyelundup dan pedagang manusia, maka upaya kita bisa dibilang gagal,” kata wakil direktur eksekutif Unicef Inggris, Lily Caprani.

Dilansir Guardian, Minggu (23/10/2016), penutupan kamp diperkirakan berlangsung selama sepekan. Mendagri Cazeneuve telah berjanji, semua imigran yang tersisa di lokasi akan dipindahkan ke penampungan layak.

Gelombang pertama pengungsi anak dari Calais tiba di Inggris, pada Sabtu 22 Oktober malam, di bawah janji pemerintah untuk membantu anak-anak telantar yang diumumkan bulan Mei lalu.

Pendeta Jonathan Clark, Uskup Croydon sekaligus juru bicara di lembaga amal, Citizens UK, menyambut tindakan itu namun menambahkan: “Tentu saja ini hanya sebagian kecil dari anak-anak telantar di luar sana dan kurang dari satu persen dari jumlah total orang di kamp Calais sekarang, sebagian besar dari mereka akan mengklaim suaka di Perancis seperti seharusnya.”

Pendiri The Care4Calais, Clare Moseley, khawatir kamp migran tidak resmi akan bermunculan setelah pembongkaran Calais selesai. Ia khawatir orang-orang di sana tidak memiliki akses ke layanan sanitasi dasar serta penerjemah dan penasihat hukum.

Namun, anggota parlemen asal Partai Konservatif untuk Dover, Charlie Elphicke, mengatakan kamp Calais tidak boleh diizinkan untuk dibangun kembali. “Kamp Jungle harus sepenuhnya dibongkar — tidak pernah berdiri kembali. Kali ini, mereka harus melihatnya. Kita harus mengakhiri Calais sebagai magnet migran,” pungkas Elphicke.

Komentar
Sedang Loading...
Memuat