HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

KAMPA Desak DPR Aceh Tak Setujui Utang Luar Negeri

7

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh – Kesatuan Aksi Mahasiswa Pembela Aceh (KAMPA) menggelar aksi demo menolak keras utang luar negeri yang akan dilakukan Pemerintah Aceh. Aksi dilakukan di depan gedung DPR Aceh, Senin (24/10/2016).

Koordinator aksi Feri Fadli mengatakan rencana utang uang Bank KfW Jerman senilai USD 106.800 atau setara dengan Rp1,3 triliun bertolak belakang dengan nilai-nilai syariah yang dijalankan oleh Provinsi Aceh. Utang uang dari Kfw bersifat riba. Sehingga hal itu melanggar pasal 3 ayat 1 Qanun Pengelolaan Keuangan yang menyatakan keuangan Aceh harus dikelola dengan prinsip-prinsip keislaman.

“Kemudian ini juga akan menyeret generasi Aceh ke depan terlilit utang selama lima belas tahun bahkan lebih,” kata Feri Fadli.

Karena itu, kata dia, KAMPA mendesak DPRA agar tak menyetujui usulan utang luar negeri yang dilakukan Pemerintah Aceh. Kendati uang yang dipinjam itu untuk kepentingan pembangunan rumah sakit regional. Kata dia, pada dasarnya KAMPA sangat menyetujui pembangunan rumah sakit dimaksud. Namun pembangunannya jangan menggunakan uang utang luar negeri.

“Kami mendesak Pemerintah Aceh dan DPRA membatalkan rencana peminjaman uang itu. Kemudian juga meminta mereka untuk mengkaji ulang rencana tersebut dengan melihat APBA selalu SILPA setiap tahunnya,” kata dia. Jika Pemerintah Aceh dan DPRA bersikukuh melakukan upaya peminjaman, KAMPA mengancam akan menduduki gedung dewan.

Seperti diketahui, wacana Pemerintah Aceh untuk melakukan peminjaman ini sudah berlangsung sejak 2013. Namun agar dana dapat diperoleh, Pemerintah Aceh perlu menyertakan beberapa syarat. Salah satunya itu yakni rekomendasi persetujuan DPR Aceh. Hal itu sebagaiman diatur dalam ketentuan pasal 7 ayat 5 Peraturan Menteri Keuangan (Permekeu) Nomor 53/PMK.10/2006.[]

Editor: Alfian

loading...