HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

ISIS Klaim Bertanggungjawab Terkait Serangan di Akademi Polisi Pakistan

1

HARIANACEH.co.id — Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengatakan para pejuangnya telah menyerang akademi polisi di Quetta, Pakistan. Serangan itu, menurut para pejabat setempat, menewaskan 59 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya.

Ratusan peserta berada di fasilitas itu ketika sekelompok pria bertopeng bersenjata masuk pada Senin 24 Oktober. Beberapa kadet sempat disandera selama serangan yang berlangsung hampir lima jam. Sebagian besar korban tewas adalah kadet.

“Militan langsung menyerbu ke barak kami. Mereka menerobos masuk dan mulai menembak. Kami berteriak dan berlari,” ucap salah seorang kadet polisi yang selamat, seperti dilansir Daily Mail, Selasa (25/10/2016).

Kadet lain di kampus itu mengaku melompat keluar dari jendela dan meringkuk di bawah tempat tidur tatkala sejumlah pria bersenjata mengenakan topeng memburu mereka.

Kantor berita ISIS, Amaq, mengklaim bertanggung jawab. Mereka menyatakan tiga pejuangnya “menggunakan senapan mesin dan granat, kemudian meledakkan rompi peledak mereka dalam kerumunan” di akademi polisi Quetta.

Namun para pejabat Pakistan sebelumnya menduga pelaku penyerangan adalah kelompok garis keras Sunni lainnya, Lashkar-e-Jhangvi.

Mir Sarfaraz Bugti, menteri dalam negeri provinsi Baluchistan mengonfirmasi adanya kelompok bersenjata yang menyerang sebuah asrama di akademi polisi di Quetta. Serangan terjadi saat para kadet tertidur.

“Dua penyerang meledakkan diri mereka sendiri, sementara orang ketiga ditembak kepalanya oleh petugas keamanan,” kata Bugti. Sebelumnya, otoritas Quetta mengatakan ada lima hingga enam orang pelaku.

Seorang fotografer Reuters mengaku melihat petugas yang mengevakuasi jasad seorang remaja yang disebut-sebut sebagai salah satu penyerang.

loading...