HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Floresta Singapura Siap Hidupkan Pabrik Kertas Kraft Aceh

2

HARIANACEH.co.id, Aceh Utara — Floresta (Singapore) PTE Limited, sebuah perusahaan asal Singapura tertarik untuk berinvestasi di Aceh Utara. Perusahaan itu berniat menghidupkan kembali PT. Kertas Kraft Aceh (KKA). Hal tersebut disampaikan Presiden & Managing Director Floresta, Jouko Virta, saat menggelar pertemuan dengan Pemerintah Aceh, di areal pabrik, Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, Rabu (26/10/2016).

Turut hadir dalam pertemuan itu Wali Nanggroe Malik Mahmud, Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib, Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Direksi PT KKA dan rombongan Investor Asing.

Usai plain tour ke pabrik PT KKA, Jouko mengatakan, untuk menghidupkan kembali pabrik kertas ini butuh waktu setahun, setelah ada keputusan dari pemerintah terkait kerjasama investasi.”Yang paling penting sekarang adalah kita menanam kembali hutan pinus sebagai bahan baku pembuatan kertas,” ujar Jouko.

Direktur Utama PT KKA Ir. Andriano bersama Presiden & Managing Director Floresta, Jouko Virta, menggelar pertemuan dengan Pemerintah Aceh, yang dihadiri oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud al-Haytar didampingi Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib di areal pabrik, Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, (26/10/2016).
Direktur Utama PT KKA Ir. Andriano bersama Presiden & Managing Director Floresta, Jouko Virta, menggelar pertemuan dengan Pemerintah Aceh, yang dihadiri oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar didampingi Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib di areal pabrik, Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, (26/10/2016).[HARIANACEH.co.id/ Rahmat Mirza]
Jouko berkunjung ke KKA bersama tujuh tim ahli independen untuk menghitung besaran biaya yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kembali PT KKA. Diperkirakan total investasi mencapa US$ 60 Juta untuk pembiayaan menghidupkan kembali pabrik, sekaligus pemeliharaan dan penanaman kembali pohon pinus.

Floresta PTE Limited menawarkan opsi agar pabrik bisa lebih cepat difungsikan, dimana masyarakat nantinya akan dilibatkan untuk menanam tanaman pinus jenis Merkusi. Menurut Jouko, bila PT KKA beroperasi kembali bisa menampung tenaga kerja lokal sebanyak 10 ribu lebih.

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem mengatakan, nantinya masyarakat ikut menanam pinus di lahan mereka (red-Floresta PTE Limited). Bila PT KKA beroperasi kembali masyarakat akan menerima manfaat dan kayunya dijual ke pabrik sebagai bahan baku pembuatan kertas.

“Hal tersebut bagian dari usaha Pemerintah dan pihak Swasta membuka lapangan kerja. Sehingga masyarakat ikut merasakan manfaat dari aktifnya PT KKA. Selain produksi kertas, Wagub Aceh juga menawarkan berbagai bentuk investasi lain yang juga bisa dikembangkan di Aceh,” kata Mualem.

Salah satu potret PT KKA yang sudah lama tak beroperasi.[HARIANACEH.co.id/ Rahmat Mirza]
Salah satu potret PT KKA yang sudah lama tak beroperasi.[HARIANACEH.co.id/ Rahmat Mirza]
Selain itu, Direktur Utama PT. KKA, Andriano menjelaskan, sejak berhenti beroperasi pada akhir Desember 2007, tercatat ada 935 karyawan yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Kini, tercatat ada 80 karyawan yang masih bekerja yang bertugas merawat aset perusahaan.”Sejak berhenti beroperasi, diputuskan untuk pemeliharaan saja dengan harapan pabrik ini bisa dioperasikan kembali. InsyaAllah dalam waktu dekat pabrik akan segera kita fungsikan kembali,” papar Andriano.

Sementara itu, Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud al-Haytar, mengatakan, tujuan utama dari pelibatan Floresta sebenarnya adalah membangun kembali hutan-hutan Aceh yang mulai tandus tak berpohon. Hutan Aceh, punya potensi besar untuk pengembangan penanaman pinus jenis Merkusi, pinus terbaik untuk pembuatan kertas.

Hutan Pinus Merkusi terbesar di Asia, kata Malik Mahmud, terletak di Aceh yaitu di Kabupaten Aceh Tengah. Ia menyebutkan pembangunan pohon pinus akan dilakukan secara paralel dengan pembangunan pabrik. “Hutan lestari, masyarakat bisa merasakan manfaat dan pabrik bisa kita hidupkan kembali,” ujar Malik Mahmud.[]

Reporter: Rahmat Mirza

Editor: Alfian

loading...