,

Bisnis Opium di Afghanistan Melimpah Ruah Karena Panen

Petani Afghanistan memanen opium
Petani Afghanistan memanen opium. (Foto: AFP)

HARIANACEH.co.id, Lashkar Gah — Dengan membawa biji opium di kantongnya, petani asal provinsi Helmand, Nematullah, beringsut keluar dari wilayah Taliban guna menjelaskan bagaimana ia mendapat kekayaan — dua kali panen tambahan dalam setahun, yang biasanya hanya satu kali.

Afghanistan memiliki sejumlah indikasi untuk dapat disebut negara penghasil narkotika opium. Produksi opium menjadi motor pendorong masih hidupnya pemberontakan Taliban hingga saat ini di Afghanistan.

Petani seperti Nematullah sekarang dapat tiga kali memanen opium, dua di pertengahan musim panas dan musim gugur, di kawasan yang sejuk di selatan. Panen bisa dilakukan lebih banyak karena meningkatnya teknik irigasi dan upaya pemberantasan hama.

“Kami dulu hanya satu kali panen opium tahunan — sekarang tiga kali,” kata Nematullah, petani muda asal distrik yang dilanda pemberontakan, Kajaki di utara Helmand.

“Helmand sering dilanda perang, tapi banyak lahan, dan sangat sedikit lahan pekerjaan kecuali bergabung dan berperang bersama Taliban. Opium adalah berkat — sekarang membuat kami bekerja sepanjang tahun,” tambahnya seperti dilansir AFP, Senin (31/10/2016).

Nematullah menyelinap keluar dari desanya, sarang Taliban, untuk bertemu AFP di ibukota provinsi Lashkar Gah, dengan membawa segenggam biji opium berwarna gading yang diakuinya tumbuh baik di dua musim baru.

Dibeli dari pedagang lokal, benih itu memperpendek siklus pertumbuhan tanaman menjadi sekitar 70 hari dibandingkan biasanya lima sampai enam bulan. Menurut pengakuan beberapa petani, meski masa pertumbuhan opium lebih singkat, namun sebagian besar kualitasnya sama.

“Beberapa daerah di Helmand menanam dua kali setahun, karena iklim yang menguntungkan, tapi tiga musim opium berkat benih rekayasa genetika,” kata Jelena Bjelica, seorang peneliti di Jaringan Analis Afghanistan (AAN).

“Benih-benih tersebut diyakini berasal dari Tiongkok di mana budidaya opium boleh dilakukan untuk keperluan farmasi,” kata Bjelica kepada AFP, seraya menambahkan tidak jelas siapa yang berada di belakang distribusi benih di Afghanistan.

Taliban sebagai Pelindung

Taliban Afganistan
Taliban Afganistan

Opium mekar berwarna merah muda dan putih, yang di beberapa daerah tumbuh di balik pemandangan gedung-gedung pemerintah, membantu membiayai pemberontakan nasional Taliban, dan menyajikan ancaman eksistensial bagi negara Afghanistan.

Taliban, grup yang dinilai sejumlah pihak hampir sama dengan kartel narkoba, diduga mendapatkan USD1,2 miliar lebih per tahun dari pajak petani opium. Semakin meningkatnya sektor opium bisa memperkaya kas Taliban.

Panen ini bisa meningkatkan bukan hanya otot keuangan mereka untuk merekrut lebih banyak pejuang, tetapi juga menggoyang pasukan Afghanistan yang korup.

“Bayangkan jika tentara kami mendapatkan 10.000 rupee Pakistan untuk mempertahankan pos-pos pemeriksaan pemerintah, musuh kami memiliki kapasitas untuk membayar 50.000 rupee agar meninggalkan pos-pos pemeriksaan yang sama,” kata seorang pejabat keamanan senior Helmand kepada AFP, mengacu pada panen baru.

“Ini situasi yang sangat mengkhawatirkan,” keluhnya.

Opium tetap seperti pasak pada as roda perekonomian banyak petani di Afghanistan, yang tampaknya memiliki pilihan kuat untuk membudidayakannya di berbagai daerah yang dikuasai Taliban. PBB mengatakan para pemberontak bertindak “lebih seperti ‘pelindung’ daripada ‘pemerintah yang hanya menunggu’.”

loading...

Inilah Contoh Meminta Pertolongan Kepada Selain Allah

Pekerja tambang yang nyawanya selalu terancam dengan kecelakaan

13 Pekerja Tewas Akibat Ledakan di Tambang Batu Bara Tiongkok