HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Basuki Tjahaja Purnama: Hukum di Indonesia Tidak Bisa Dipaksa

4

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai beberapa aksi penolakan terhadap dirinya saat blusukan merupakan upaya untuk mencederai demokrasi.

“Saya kira ini mencederai demokrasi kita. Masyarakat semua terima (saya) kok. Masyarakat penduduk asli,” ujar Ahok di Polsek Kebon Jeruk usai dievakuasi petugas Kepolisian dari amuk warga, kemarin.

Menurutnya, pihak yang tidak terima dengan pernyataannya tentang surat Al Maidah beberapa waktu lalu boleh saja mendesak menjadikannya tersangka dalam kasus tersebut. Namun, Ahok menegaskan bahwa negara ini punya dasar hukum untuk menentukan persoalan itu, dan masyarakat harus dewasa menyikapinya.

“Ini yang saya katakan tidak dewasa, hukum negara kita kan tidak bisa dipaksa. Ada aturan-aturan yang telah disepakati, ya sudah,” ungkap Ahok.

Dengan kejadian kemarin, kata Ahok, yang jadi korban adalah masyarakat.

“Kasian masyarakat, ketakutan dengar suara begitu, teriak-teriak,” terangnya.

Sejatinya, kegiatan blusukan Ahok itu belum sampai 10 menit, lalu puluhan warga mendadak menggeruduk kegiatan Ahok.

Salah seorang warga berteriak, menyatakan bahwa kampungnya tidak terima dengan kedatangan Ahok.

“Di kampung sini gak nerima lu Hok, lu penista agama. Di sini gak perlu orang kayak lu,” teriak orang tersebut dengan mengacungkan tangan.

Beberapa orang lainnya dengan membawa spanduk pun menyerukan hal yang sama. Mereka memaki-maki Ahok karena apa yang diperbuat Ahok dengan menyitir Alquran di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu.

Alhasil, Ahok yang saat itu sedang bercengkerama dengan warga tunggang langgang meninggalkan kegiatan. Rombongan Ahok pun masuk ke ujung gang sempit dengan pengawalan polisi, lalu menghilang tanpa jejak.

loading...