HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Safari Para Elite Politik Dinilai Hanya Merespon Aksi Demo 4 November

1

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono melakukan safari politik, beberapa hari ini. Pembicaraan politik pun tak terlepas dari safari keduanya.

Pertemuan pertama terjadi antara Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Bojongkoneng, Hambalang, Jawa Barat, 31 Oktober 2016. Sehari setelahnya, tepatnya 1 November 2016, giliran SBY bergerilya ke Kemenko Polhukam bertemu dengan Wiranto. Malam harinya, Presiden ke-6 RI itu berkunjung ke rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Melihat safari elite politik itu, pengamat politik dari Universitas Padjajaran Idil Akbar menilai ada kesamaan agenda, yaitu merespon aksi demonstrasi 4 November. Idil belum melihat pertemuan ini sebagai langkah mempersiapkan diri dalam menatap Pilpres 2019.

“Jika dianggap ini adalah konstruksi politik menuju 2019 saya kira belum mengarah ke sana, meski tidak menutup kemungkinan dibicarakan dalam pertemuan tersebut,” kata Idil seperti dikutip HARIANACEH.co.id dari MTVN, Rabu (2/11/2016).

Menurut dia, kedatangan Jokowi ke kediaman Prabowo belum terlihat benang merah terkait Pilpres 2019. Idil pun ragu keduanya akan maju bersama di Pilpres 2019. Lantaran, Idil melihat keduanya masih berambisi untuk kembali maju jadi calon presiden di 2019.

“Prabowo sejauh ini masih berniat dan berminat untuk maju lagi di 2019, sama halnya dengan Jokowi yang besar kemungkinan untuk maju lagi kedua kalinya,” ungkap dia.

Itu pula yang terlihat dari aksi SBY. Idil merasa tak yakin safari politik ayahanda Agus Harimurti, calon gubernur DKI Jakarta, itu untuk kepentingan Pilpres 2019.

“SBY meski disebut-sebut akan kembali maju 2019 juga, saya kira masih belum nampak benang merahnya untuk bersama dengan JK maupun Wiranto,” kata dia.

Hal serupa diutarakan Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria. Riza mengakui dalam politik tidak ada hal yang tak mungkin terjadi. Namun, Riza memastikan tak ada pembicaraan soal Pilpres 2019 saat Jokowi menemui Prabowo di Hambalang.

Dalam pertemuan itu, jelas dia, Jokowi dan Prabowo hanya membahas beberapa sektor penting. Contohnya, mengenai makro ekonomi, makro politik, dan kesepakatan menjaga kondusif, termasuk soal 4 November.

“Engga (ada bahas Pilpres 2019), kan sudah disampaikan kalau sama-sama maju kan nanti kembali lagi,” kata Riza.

Lagi pula, Riza melihat Jokowi dan Prabowo sulit untuk disatukan. Sebab, keduanya yang pernah bertarung di Pilpres 2014, masih berambisi maju sebagai calon Presiden.

“Enggak mungkin satu jadi wakil presiden,” ucap dia.

Tampikan juga datang dari politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu. Menurut dia, terlalu dini berbicara soal Pilpres 2019. “Masih jauh ah,” kata dia.

Masinton memaknai pertemuan keduanya itu sebagai pertemuan tokoh bangsa. Saat keduanya bertarung dalam Pilpres 2014, proses demokrasi berjalan. Namun, setelah Pilpres selesai, silaturahmi keduanya tetap berjalan untuk saling berbagi pikiran dalam membangun negara.[]

loading...