HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Insiden Kembang Tanjung Karena Lambatnya Respons Panwaslih

1

HARIANACEH.co.id, PIDIE – Sehubungan dengan insiden penurunan dan pengrusakan atribut Posko Irwandi-Nova dan Bendera Partai Aceh di Kecamatan Kembang Tanjung Pidie, maka dengan ini kami menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Kronologis insiden ini bermula pada:

Tanggal 1 November 2016, Pengurus Partai Aceh (PA) Kecamtan Kembang Tanjung mengadakan acara di aula dekat Kantor Camat Kembang Tanjong yang posisinya berada di depan Posko Irwandi-Nova Kembang Tanjung. Sehingga Pengurus PA meminta izin kepada Pengurus Posko Irwandi-Nova Kembang Tanjung untuk menaikkan bendera PA disekitar Posko Irwandi-Nova, dengan kesepakatan jam 5 sore setelah acara selesai bendera PA tersebut diturunkan. Kesepakatan ini diketahui oleh Panwaslih Kecamatan. Namun sampai jam 8 malam bendera tersebut belum diturunkan, sehingga Koordinator Posko Irwandi-Nova melaporkan hal ini ke Panwaslih Kecamatan, Polsek dan Koramil Kembang Tanjung. Setelah di mediasi disepakati semua bendera, termasuk bendera Partai Nasional Aceh (PNA) diturunkan. Pada jam 10 malam semua bendera turunkan oleh masing-masing tim.

Pada tanggal 2 November 2016 jam 5 pagi Pengurus Posko Irwandi-Nova Kembang Tanjung mendapati semua spanduk dan baliho termasuk bendera PNA yang di jalan dan teras posko Kembang Tanjong sudah dirusak dan dibakar. Selanjutnya pada jam 8 pagi Koordinator Posko Irwandi Nova Kembang Tanjung melaporkan kembali ke Panwaslih, Polsek dan Koramil Kembang Tanjung. Sekitar jam 9 pagi pihak Polsek, Danramil dan Panwaslih Kecamatan mendatangi lokasi Posko Irwandi-Nova Kembang Tanjong. Dalam pertemuan tersebut disepakati utk dilakukan mediasi oleh pihak Panwaslih Kecamatan. Dengan cara menghadirkan pimpinan PA Kecamatan Kembang Tanjong. Namun sampai jam 11 siang Panwaslih belum bisa melakukan mediasi dengan alasan belum ada petunjuk dari Panwaslih Kabupaten Pidie.

Karena masa pendukung Irwandi-Nova dan masyarakat Kembang Tanjong sudah berkumpul di depan Posko Irwandi-Nova dengan jumlah sekitar 500 orang dan mediasi belum juga terjadi, maka massa bergerak untuk melakukan penurunan bendera dan atribut PA sekitar jam 11.00.

Pada jam 11.15, Pj Ketua DPW PNA Pidie Thamren Ananda menghubungi Kapolres Pidie karena sudah tidak sanggup menenangkan masa. Sekitar jam 12 Kapolres tiba di lokasi dan sebelumnya kasat intel beserta pihak kepolisian sudah berada di lokasi kejadian.

2. Berdasarkan kronologis tersebut, Tim Irwandi Nova (TIN) Pusat menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Memberikan apresiasi kepada pengurus Posko Irwandi-Nova Kecamatan Kembang Tanjung dan Pj Ketua DPW PNA Pidie yang telah berusaha menumpuh upaya hukum dengan melaporkan beberapa insiden kepada penegak hukum Pilkada yaitu Panwaslihcam dan juga kepolisian sektor Kembang Tanjung.

Memberikan apresiasiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelesaikan perselisihan ini dengan musyawarah mufakat sehingga terciptanya kesepakatan damai.

Bahwa reaksi massa yang menurunkan atribut adalah sponitas tanpa dikomandoi dan disebabkan karena lambatnya respon pihak Panwaslihcam atas laporan pengrusakan atribut Irwandi – Nova.

Bahwa reaksi ini juga bukan karena dendam namun lebih sebagai luapan kekecewaan massa terhadap penyelenggara Pilkada.

3. Kehadiran Saudara Thamrin Ananda dilokasi insiden bukan untuk memprovokasi massa karena Thamrin Ananda sejak September 2016 menjabat sebagai Pj Ketua DPW PNA Pidie dan saat kejadian Saudara Thamrin secara aktif berusaha menenangkan massa. Karenanya kami menyesalkan pernyataan Juru Bicara Partai Aceh di Media Aceh yang menuduh secara sepihak insiden di Kembang Tanjung dikomandani oleh Saudara Thamrin Ananda.

4. Kepada seluruh Tim Irwandi-Nova baik dari relawan maupun kader partai pengusung agar tetap solid, terpimpin dan tetap menjaga situasi yang kondusif demi kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menentukan pilihannya pada Pilkada 2017.[Rilis]

loading...