HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Kelompok Bersenjata di Afghanistan Culik Wanita Australia

3

HARIANACEH.co.id, KABUL – Sekelompok pria bersenjata tak dikenal di Afghanistan diketahui telah menculik seorang wanita asal Australia pada Sabtu malam lalu.

Kejadian ini dibenarkan oleh Kepala Kepolisian Afghanistan, Abdul Rahman Rahimi yang menambahkan wanita tersebut diculik bersama sopirnya di area Qala e Fatullah.

“Kami sedang menyelidiki kasus ini. Kami sudah mendapat banyak perkembangan dari kasus namun tak bisa kami beberkan ke media,” ujar Rahimi, seperti dikutip Guardian, Senin (7/11/2016).

Wanita tersebut diketahui berkewarganegaraan Australia yang berasal dari Pakistan yang bekerja di Badan Koordinasi Bantuan Afghanistan (ACBAR).

ACBAR merupakan lembaga independen Afganistan yang menggabungkan lebih dari 150 organisasi non-pemerintahan nasional dan internasional yang beroperasi di daerah itu.

Menanggapi kasus ini. Kedutaan Besar Australia di Kabul merilis pernyataan yang mendesak penyelidikan kasus penculikan warga negaranya tersebut segera dilaksanakan.

Kepala Kepolisian Afghanistan, Abdul Rahman Rahimi
Kepala Kepolisian Afghanistan, Abdul Rahman Rahimi. (Guardian)

Kedubes juga mengeluarkan imbauan perjalanan bagi warganya untuk tidak melakukan kunjungan ke Afghanistan karena situasi keamanan yang serius dan ancaman penculikan bagi warganya.

“Terkait insiden penculikan kami tidak akan berkomentar lebih lanjut. Kami terus menyarankan warga Australia untuk tidak melakukan perjalanan ke Afghanistan karena situasi keamanan yang sangat berbahaya, termasuk ancaman serius penculikan,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar negeri dan Perdagangan Australia.

Sebelumnya pada Agustus lalu, seorang relawan asal Australia yang diculik di provinsi Nangarhar timur akhirnya dibebaskan setelah hampir empat bulan disekap kelompok bersenjata.

Penculikan memang tengah menjadi perhatian besar di Afghanistan. Sebelumnya pada tahun ini, sudah ada dua kasus penculikan sebelumnya di Afganistan yang juga melibatkan dua warga negara Australia.

Di samping itu, kepolisian Afghanistan juga menyatakan, kelompok Taliban menculik sekitar 200 orang di wilayah utara Provinsi Kunduz pada Juni lalu.

Walaupun sebagian besar korban telah dibebaskan, kelompok Taliban masih menahan 20 orang lainnya dan membunuh beberapa sandera.

loading...