HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pemerintah Tiongkok: Tak Ada Celah Kemerdekaan bagi Hong Kong

2

HARIANACEH.co.id, Beijing – Dalam menanggapi terpilihnya anggota parlemen pro-demokrasi di Hong Kong, panel legislatif Tiongkok menyatakan harus melakukan intervensi.

Intervensi ini dilakukan untuk mencegah Hong Kong merdeka dan lepas dari Tiongkok. Tiongkok menganggap langkah pemilihan ini adalah ancaman bagi keamanan nasional.

Sedangkan, Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional mengatakan Tiongkok tidak mampu melakukan apa-apa dalam menghadapi Hong Kong untuk memerdekakan dirinya dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Tidak ada ruang untuk kemerdekaan Hong Kong di bawah satu negara, Tiongkok,” kata seorang anggota pemerintahan Tiongkok, seperti dikutip Associated Press, Senin (7/11/2016).

Pada Minggu, 6 November kemarin, bentrokan pecah di luar kantor penghubung Tiongkok. Bentrokan ini terkait dengan protesnya warga Hong Kong dalam intervensi Tiongkok.

Setidaknya 4.000 pengunjuk rasa terlibat dalam demonstrasi ini dengan delapan jam berdemo di depan kantor. Polisi pun sempat menggunakan semprotan merica untuk membubarkan kerumunan.

Bentrokan ini juga menyebabkan empat demonstran ditangkap, sementara satu anggota polisi dilaporkan terluka.

Sementara, beberapa pakar menilai Tiongkok sedang krisis manajemen sehingga bersikeras melarang Hong Kong untuk merdeka.

“Tiongkok menganggap otoritas lokal Hong Kong tak mampu untuk menegakkan hukum dan memerlukan dukungan dari Tiongkok,” kata seorang pakar bernama Dr. Tian Feilong.

Menurutnya, Tiongkok memilih untuk lebih proaktif lagi mengeluarkan interpretasi atas langkah Hong Kong. “Tiongkok menyadari bahwa langkah ini akan memperburuk konfrontasi, antara pro kemerdekaan dan pemerintah Tiongkok sendiri,” lanjutnya.

Hong Kong diserahkan ke Tiongkok oleh Inggris pada 1997 di bawah perjanjian “satu negara, dua sistem” yang bertujuan melindungi semangat kebebasan dan otonomi parsial yang sudah berlangsung selama 50 tahun. Namun, banyak aktivis muda Hong Kong meyakini perjanjian tersebut sudah runtuh.

loading...