HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Diperkirakan dalam Pilpres AS, Hillary Clinton Bisa Menang Besar

2

HARIANACEH.co.id – Biaya kampanye seorang calon presiden Amerika Serikat (AS) terbilang sangat mahal. Hal ini tentu menjadi pertanyaan segelintir orang, dari mana capres mendapatkan biaya untuk berkampanye?

Sejak 1976, kandidat yang dinominasikan sebagai presiden mencari dana untuk membiayai kampanye mereka dengan memanfaatkan sistem keuangan publik.

Hingga pemilu AS pada 2000, semua kandidat yang dinominasikan menjadi presiden memanfaatkan sistem ini. Para kandidat yang nantinya menjadi capres akan menerima dana pemerintah, dengan komitmen tidak mengeluarkan lebih dari jumlah yang sudah ditentukan.

Namun, lambat laun sistem ini tidak diminati para kandidat, karena batas pengeluarannya dianggap terlalu rendah. Akibatnya, para kandidat tidak lagi menggunakan sistem ini dan memilih untuk menggalang dana demi membiayai kampanyenya.

Bagi kandidat yang menggalang sendiri dananya, hukum federal mengatur bagaimana dan dari mana capres, senator, dan perwakilan boleh mendapatkan sumbangan dana.

Hukum tersebut juga membatasi jumlah yang dapat diberikan oleh seorang kontributor. Hukum tersebut juga memastikan bahwa media massa dan warga negara AS tahu siapa saja yang memberikan sumbangan kepada kandidat.

Seorang capres harus mendirikan organisasi kampanye, yang disebut komite politik dan mendaftarkannya ke Komisi Pemilihan Nasional (Federal Election Commission).

Setelah terdaftar, komite politik boleh mencari sumbangan, tapi harus melaporkan seluruh dana yang terkumpul kepada FEC, yang bertugas membagikan informasi tersebut kepada publik.

Belakangan ini, dua capres AS dikabarkan menghabisan ratusan juta dolar untuk kampanye mereka. Mereka pun harus menggalang dananya dengan mencari ribuan kontributor.

Capres AS harus berkampanye tak hanya di tingkat nasional, tapi juga di 50 negara bagian. Seorang kandidat capres memiliki tugas yang luar biasa besar untuk mengelola kampanye pendahuluan berdasarkan negara bagian.

Jika mereka sudah dinominasikan menjadi capres, mereka juga harus mengelola kampanye pemilihan umum di tingkat nasional.[]

loading...