HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Hindarilah Perbuatan Sepele ini Saat Shalat Jumat

6

HARIANACEH.co.id, Banda Aceh — Jumat menjadi hari spesial bagi Umat Islam. Bahkan menurut Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihiwasallam, Jumat menjadi hari raya bagi Kaum Muslim. Salah satu ibadah istimewa yang bisa dilakukan adalah shalat Jumat bagi kaum pria. Allah menjanjikan banyak kebaikan kepada si pelaksananya.

Mulai dari sarana penghapus dosa-dosa, mendapatkan limpahan pahala, serta rahmat dan kecukupan nikmat dari Sang Pencipta. Namun hati-hati, karena shalat ini memiliki aturan yang harus ditaati. Melanggar aturannya dapat menghapus pahala salat ini.

Tindakan berikut terkesan sepele, namun ternyata dapat menghapus pahala shalat Jumat. Memang, pahala menjadi hak prerogatif Allah, namun Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam sudah menyampaikan agar tindakan ini dihindari. Lantas, apa tindakan sepele penghapus pahala shalat Jumat? Berikut penjelasannya.

Ternyata tindakan yang sering dianggap sepele namun berdampak menghapus pahala tersebut adalah berbicara dengan makmum lainnya saat khatib sedang berkhutbah. Bahkan untuk mengatakan ‘diam’ kepada teman lain yang berbicara pun dilarang Rasul.

Tindakan ini disebut dengan perbuatan Lagha, atau ucapan yang bathil, yang tertolak, yang tidak selayaknya dilakukan.

“Siapa yang berbicara maka tidak ada pahala jumatan baginya,” (HR. Ahmad 719).

“Siapa yang berbicara di hari jumat ketika imam sedang khutbah, maka dia seperti keledai yang menggendong barang bawaan. Sementara orang yang mengatakan ‘Diam’ maka tidak ada jumatan baginya,” (HR. Ahmad).

“Barangsiapa yang berbicara pada hari jumat ketika imam sedang khutbah, maka pahala dari jumat tersebut sebesar genggaman debu,” (Ad Daulabi di dalam Al Kuna wal Asma)

“Jika engkau berkata kepada saudaramu, “diamlah!”, pada hari Jumat dan imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berbuat sia-sia,” (HR Bukhari Muslim).

Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam dalam hadist Riwayat Ahmad mengatakan, ada tiga model orang yang datang pada untuk shalat Jumat. Model pertama adalah pria yang datang dan shalat serta berdoa kepada Allah.  Jika yang Maha Kuasa berkehendak, maka akan dikabulkan, namun jika tidak, maka tidak akan dikabulkan.

Golongan kedua adalah mereka yang datang pada hari Jumat, melakukan duduk diam dan melaksanakan shalat jumat. Orang model inilah yang digolongkan Rasulullah mendapatkan pahala jumatan sempurna.

Kedudukan khutbah sangat penting dalam shalat Jumat. Bahkan, jika ditinggalkan akan membatalkan syarat sah shalat Jumat. Rasulullah Shalallahu ‘alaihiwasallam bersabda, jika Khutbah Jumat sudah dimulai, maka Malaikat akan duduk mendengarkan Khutbah.

“Pada hari Jumat, di setiap pintu masjid ada malaikat yang mencatat orang yang akan shalat satu persatu. Jika imam telah duduk (di mimbar saat azan), mereka melipat lembaran catatan (keutamaan amal) dan datang mendengarkan peringatan,” (HR. Bukhari).

Khutbah menjadi sarana bagi kaum mukmin agar menjadi umat yang terdidik wahyu.  Sehingga dalam kondisi sesibuk apapun, seorang  seorang mukmin, minimal sepekan sekali, dia akan mendapatkan siraman rohani dari khutbah Jumat.

Wallahu alam.

loading...