HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Hasyim Muzadi: Kasus Ahok Jangan Sampai Melebar

2

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Hasyim Muzadi berharap kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama tidak melebar. Kasus itu juga tidak boleh keluar dari konteks hukum, untuk penegakan keadilan.

“Jangan melebar ke mana-mana, karena pelebaran ini akan ‘ketumpangan’ berbagai macam kepentingan yang semakin menyulitkan, baik secara dalam negeri maupun luar negeri,” kata Hasyim seperti dilansir Antara, Jumat (11/9/2016).

Hasyim berharap, seluruh masyarakat dan ulama tetap mengawal proses kasus Ahok tetap dalam koridor penegakkan hukum. Jangan sampai fokus kasus Ahok kemudian berbelok dan dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

“Umat Islam yang meminta tuntutan, saya minta harus fokus. Jangan melebar ke mana-mana karena kalau melebar bisa ditumpangi dari dalam dan dari luar, maka kondisi ini akan sulit baik masyarakat sendiri dan negara,” jelas Hasyim.

Hasyim mengamini, umat mempunyai hak untuk meminta kepastian hukum kepada negara. Dan negara juga berkewajiban melaksanakan hak hukum tersebut.

Hasyim juga ingin banyak pihak yang terus mengawal posisi negara dalam kasus Ahok. Jika memang posisi negara sudah tidak proporsional, dia minta ada yang mengingatkannya.

“Seperti DPR, atau aparat lain yang bisa menyampaikan pandangan,” ucap Hasyim.

Bagaimanapun, kata Hasyim, posisi negara harus netral dan mengayomi semua masyaraka. Negara juga harus memberikan hak rakyat terhadap keadilan.

Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu juga menyatakan, umat Islam yang notabene pemeluknya paling banyak di negeri ini memiliki hak agar agamanya dilindungi. Negara juga memang punya kewajiban formal melakukan perlindungan sebagaimana yang diamanatkan Pancasila.

“Tapi bagaimana perlindungan itu kemudian tuntutan terhadap hak itu diperlukan di sini diperlukan kenegarawanan. Tidak cukup hanya hukum legal formal,” pungkas Hasyim.

loading...