HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Adi Laweung: Dua Gubernur Aceh Gagal Perjuangkan UU Pemerintahan Aceh

1

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH –Suadi Sulaiman atau sering disapa Adi Laweung yang saat ini menjabat sebagai Juru bicara (Jubir) Partai Aceh (PA) mengklaim bahwa kedua Gubernur Aceh yang diusung PA telah gagal memperjuangkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh (UU-PA).

“Dua Gubernur Aceh yakni, Irwandi Yusuf dan dr Zaini Abdullah gagal memperjuangkan UU-PA,” klaim Jubir PA Adi Laweung pada acara pelantikan tim pemenangan Calon Gubernur Aceh/Wakil Gubernur dan Wali Kota Sabang/Wakil Wali Kota di Sabang, Sabtu kemarin (12/11).

Kedua Gubernur Aceh dimaksud yaitu, Irwandi Yusuf yang berpasangan dengan Muhammad Nazar pada periode 2007-2012 dan dr. Zaini Abdullah yang berpasangan dengan Muzakir Manaf pada periode 2012-2017.

“Karena para gubenur sebelumnya telah gagal memimpin Aceh, makanya Partai Aceh kali ini mengusung panglima sebagai calon Gubernur Aceh periode 2017-2022,” katanya seperti dikutip HARIANACEH.co.id dari laman Antara.

Muzakir Manaf atau sering disapa Mualem merupakan mantan Panglima GAM dan sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Aceh (DPP-PA).

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh lahir pasca penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) 15 Agustus 2005 di Finlandia antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) yang diwakili Wakil Presiden RI Muhammad Yusuf Kalla dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang diwakili oleh Malik Mahmud.

“Dalam UU-PA sudah jelas disebutkan bahwa Aceh punya bendera, tapi kedua Gubernur Aceh tersebut belum mampu memperjuangkan itu,” ujar dia.

“Selain bendera, pemerintah pusat juga belum mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) yang termaktub dalam UU-PA,” katanya lagi.

Pada kesempatan itu, Jubir PA juga mengatakan, beranjak dari kegagalan Gubernur Aceh sebelumnya dalam musyawarah besar PA se-Aceh pihaknya sepandapat mengusung mantan Panglima GAM Muzakir Manaf sebagai calon Gubernur Aceh dan Wakil Gubernur TA Khalid periode 2017-2022.

“Kepada semua Komite Peralihan Aceh (KPA), kader Partai Aceh (PA) serta simpatisan partai dan rakyat Aceh diharapkan memenangkan pasangan Muzakir Manaf – TA Khalid pada pilkada 15 Februari 2015,” sambungnya lagi.

Adi Laweung juga menambahkan, jika Mantan Panglima GAM tersebut dipercayai oleh rakyat Aceh untuk memimpin Aceh lima tahun ke depan makan pihaknya bertekat memperjuangkan seluruh UU-PA untuk kesejahteraan rakyat provinsi paling ujung barat Indonesia.

“Marwah perjuangan ada di Partai Aceh dan jika Muallem terpilih sebagai Gubernur Aceh untuk memperjuangkan UU-PA sesuai MoU Helsingki tentu lebih mudah,” tutupnya.

Editor: ipuL Hayat

loading...