HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Gubernur Bank Indonesia Resmikan Kantor Fintech Office

4

HARIANACEH.co.id, JAKARTA — Gubernur Bank indonesia Agus D.W Martowardojo, meresmikan kantor Fintech Office untuk wadah assesment, mitagasi risiko dan evaluasi atas model bisnis dan produk layanan.

Dari pantauan HARIANACEH.co.id, Kegiatan Fintech Office yakni riset layanan keuangan yang berbasis teknologi.

“Pembentukan Fintech Office didasari kesadaran Bank Indonesia, sebagai otoritas sistem pembayaran, mengenai perlunya mendukung perkembangan transaksi keuangan berbasis teknologi yang sehat. Hal ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara inovasi dan pengelolaan risiko.” jelas gubenur BI Agus D.W. Martowadojo dalam sambutannya di situs resmi Bank Indonesia www.bi.go.id, Senin (14/11/2016).

Bank Indonesia Fintech Office didirikan dengan empat tujuan utama. Pertama, memfasilitasi perkembangan inovasi dan ekosistem keuangan berbasis teknologi di Indonesia. Kedua, mempersiapkan Indonesia untuk mengoptimalkan perkembangan teknologi dalam rangka perkembangan perekonomian. Ketiga, meningkatkan daya saing industri keuangan berbasis teknologi Indonesia. Keempat, menyerap informasi dan memberikan umpan balik untuk mendukung kebijakan Bank indonesia sebagai respon terhadap perkembangan berbasis teknologi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Fintech Office akan akan beroperasi dengan 4 fungsi, seperti dikatakan Agus D.W. Martowardojo, ” Keempat fungsi tersebut yakni katalisator atau fasilitator, fungsi inteligience, fungsi assesment serta fungsi koordinasi dan komunikasi.”

Fintech Office juga dilengkapi dengan regulatory sandbox yang akan dilakukan untuk unit usaha Fintech secara terbatas yang tentunya setelah memenuhi kriteria yang ditetapkan Bank Indonesia. Agus menjelaskan, “Regulatory sandbox diberlakukan agar pelaku Fintech, yang kebanyakan adalah perusahaan startup dengan skala kecil, mendapatkan kesempatan untuk mematangkan konsep dan berkembang dengan sehat serta pada waktunya mampu menyediakan layanan finansial yang aman kepada masyarakat.” jelas gubernur BI itu.

Dengan Regulatory Sandbox, Fintech Office akan menjadi ujung tombak BI dalam memahami Fintech untuk selanjutnya menyediakan pengaturan yang mampu memberikan dukungan optimal bagi perkembangannya.

“BI Fintech Office juga juga akan menjadi wadah untuk pertukaran ide inovatif antara pelaku Fintech sekaligus kolaborasi antar pelaku Fintech dan regulator.” sambungnya.

Untuk mendukung pelaksanaan Fintech di Indonesia, khususnya terkait perlindungan konsumen, Bank Indonesia juga telah mengeluarkan peraturan mengenai penyelenggaraan transaksi pembayaran, melalui Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Peraturan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bank Indonesia untuk mendukung pelaksanaan pembayaran transaksi e-commerce yang lebih aman dan efisien. Melalui ketentuan tersebut, Bank Indonesia mengatur, memberikan izin dan mengawasi penyelenggaraan jasa sistem pembayaran yang dilakukan oleh Prinsipal, Penerbit, Acquirer, Penyelenggara Kliring, Penyelenggara Penyelesaian Akhir, serta Penyelenggara Transfer Dana.

Berbagai inovasi Bank Indonesia di bidang sistem pembayaran tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan perkembangan inovasi keuangan berbasis teknologi di Indonesia, dengan tetap menjaga perlindungan konsumen serta mitigasi risiko.[]

loading...