HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Mata Uang Indonesia Melemah Rp 13,364 Per Dollar AS

1

HARIANACEH.co.id, JAKARTA – Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan pagi di awal pekan ini masih terpantau bergerak di level Rp13.000 per USD. Nilai tukar rupiah masih mendapat sentimen negatif usai Donald Trump unggul dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) beberapa waktu yang lalu.

Mengutip Bloomberg, Senin 14 November, perdagangan pagi berada di posisi Rp13.364 per USD. Day range berada di posisi Rp13.320 per USD sampai Rp13.585 per USD dengan year to date return di minus 2,94 persen. Sementara itu, menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.320 per USD.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap USD memiliki peluang mengalami pelemahan sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian global dan memberi dampak ke Indonesia. Tidak hanya itu, pelemahan tajam Surat Utang Negara (SUN) juga memberi tekanan terhadap gerak nilai tukar rupiah.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta tidak menampik sekarang ini ketidakpastian telah meningkat dan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih melambat. Ketidakpastian global meningkat ketika pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diumumkan melambat.

“Itu sudah cukup untuk memicu pelemahan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tertular oleh pelemahan tajam harga SUN yang hampir 40 persen kepemilikannya dikuasai oleh investor asing,” kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Tekanan pelemahan terhadap nilai tukar rupiah berpeluang bertahan dalam jangka pendek paling tidak hingga FOMC meeting di Desember 2016, walaupun ruang pelemahan bisa terbantu kehadiran Bank Indonesia )(BI di pasar valas dan SUN yang saat ini dibekali oleh USD115,7 miliar cadangan devisa.[]

loading...