HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Pasangan AZAN Kukuhkan Tim Pemenangan

1

HARIANACEH.co.id, BANDA ACEH — Calon Gubernur Aceh 2017-2022 Zaini Abdullah atau dikenal dengan panggilan Abu Doto Zaini mengukuhkan tim pemenangannya pada Pilkada 2017.

Pengukuhan ditandai penyerahan bendera relawan oleh Zaini Abdullah kepada ketua tim pemenangan, Sayed Mustafa, di Banda Aceh, Minggu (13/11/2016), yang dihadiri seratusan relawan dan anggota tim pemenangan.

Zaini Abdullah merupakan calon petahana atau masih menjabat Gubernur Aceh 2012-2017. Doto Zaini mencalonkan kembali berpasangan Nasaruddin, yang juga Bupati Aceh Tengah 2012-2017.

Pasangan Zaini Abdullah dan Nasaruddin dikenal dengan singkatan AZAN. Pasangan AZAN mencalonkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh lewat jalur independen atau perseorangan.

Calon Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengajak tim pemenangan, relawan, maupun simpatisan bersatu pada memenangkan Pasangan AZAN pada pilkada mendatang.
“Tanpa bersatu padu dan bekerja sama serta bekerja keras, Pasangan AZAN tidak bisa berbuat apa-apa. Mari bekerja keras memenangkan pesta demokrasi.

Doto Zaini Abdullah mengingatkan tim pemenangan maupun relawan tidak menyebarkan fitnah untuk meraih kemenangan. Berkampanyelah dengan santun serta menjunjung tinggi nilai-nilai dan peraturan yang ada.

“Jangan memfitnah karena itu hanya merugikan orang lain. Jangan tebar janji yang muluk-muluk. Sampaikan kepada masyarakat apa yang telah kami capai selama menjabat Gubernur Aceh,” kata Zaini Abdullah.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Aceh Nasaruddin meyakini tim pemenangan dan relawan mampu meyakini masyarakat untuk memilih Pasangan AZAN pada pilkada 2017 mendatang.

“Sumber suara kami ada di tim pemenangan dan relawan. Kami berharap tim pemenangan dan relawan mampu memberikan kontribusi besar pada Pasangan AZAN,” kata Nasaruddin.
Nasaruddin mengharapkan keberadaan tim pemenangan berintegritas, santun, dan bermartabat serta mampu menyentuh hati dan jiwa masyarakat, sehingga memilih Pasangan Azan.

“Kami tidak perlu menang kalau proses kemenangan itu menyakiti rakyat. Apalagi kemenangan itu merugikan rakyat, baik harta bendanya maupun nyawanya,” kata Nasaruddin.[]

loading...